Polda Metro Dalami Keterlibatan Anggota di Kasus Pabrik Narkoba Zenith

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya mendalami soal dugaan keterlibatan oknum anggota Bharaka Pradika Mei Dwi Anggu dalam kasus peredaran narkotika golongan I jenis Zenith.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami peran Bharaka Pradika dalam kasus tersebut.

"Benar dan masih didalami perannya," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Nama Bharaka Pradika muncul saat tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengusut kasus peredaran narkoba Zenith berskala besar di wilayah Mijen, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam perkara itu, petugas telah menangkap tiga tersangka yakni Bharaka Pradika, Ngesti dan residivis narkoba Joni Tjanjaya. Khusus, Bharaka Pradika dan Ngesti ditangkap di Hotel Grand Asia, Jakarta Utara.

Dari Bharaka Pradika dan Ngesti, petugas telah menyita barang bukti 120.000 narkoba zenith. Setelah itu, penyidikan berkembang hingga penggerebekan gudang sebagai tempat produksi narkoba di Mijen, Semarang.

Baca Juga

  • Bareskrim Bongkar Kasus Narkoba senilai Rp72 Miliar di Riau

Di lokasi tersebut, polisi menyita 186.000 butir tablet Zenith siap edar serta 1,83 ton bahan baku prekursor yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang.

Dalam hal ini, Budi mengatakan bahwa operasi ini dinilai telah berhasil menggagalkan peredaran 4,3 juta butir zenith serta menyelamatkan 4,3 juta jiwa. Menurutnya, jaringan ini telah menargetkan kelompok remaja dan pekerja sebagai pasar utama.

"Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian," ujar Budi.

Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan mesin cetak otomatis dan mesin pengolah bahan yang digunakan untuk produksi massal. 

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan terhadap bahaya narkoba. Kerja sama antara Polri dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan ruang publik yang aman, sehat, dan bebas dari peredaran gelap narkotika," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antam Borong 100% Emas Freeport di 2026
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Filipina minta izin AS untuk beli minyak Rusia lebih banyak lagi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Alasan Setop Langganan YouTube Premium Menurut Pengguna
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Habib Aboe Bakar Penuhi Panggilan MKD Buntut Pernyataan Narkoba di Madura
• 19 jam laludetik.com
thumb
Viral Anggota Ormas Mau Bakar Warung di Deli Serdang, Polisi Buru Pelaku
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.