Alasan Setop Langganan YouTube Premium Menurut Pengguna

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Youtube Logo (AP/Danny Moloshok)

Jakarta, CNBC Indonesia - YouTube jadi salah satu platform yang juga mengeluarkan paket langganan untuk para penggunanya. Bernama YouTube Premium, perusahaan menawarkan berbagai paket yang dibanderol untuk layanan bisa diakses tanpa iklan.

Tak semua orang senang dengan tawaran itu. Dalam sebuah survei yang dilakukan Android Authority, dua pertiga responden dari 2.900 orang menjawa menolak membayar YouTube Premium.


Kebanyakan responden beralasan enggan berlangganan YouTube Premium karena tak mau memberikan uangnya pada perusahaan tersebut. Termasuk iklan yang tetap diselipkan dalam bentuk lain meski sudah membayar paket langganan.

Bahkan sejumlah responden mengatakan lebih baik menghindari iklan dengan alat yang disediakan di internet, seperti aplikasi pemblokir iklan dan pihak ketiga.

Namun 29% responden yang setuju program langganan YouTube itu. Ada juga menyebutnya YouTube Premium sebagai investasi yang layak.

Pilihan Redaksi
  • 19 Negara Ikut Aturan RI, dari Asia Sampai Eropa
  • Google Mulai Ditinggalkan, Muncul Jadi Raja Internet Baru 2026

"YouTube Premium menjadi salah satu investasi terbaik saya. Saya menggunakan untuk semuanya, belajar memperbaiki sesuatu, menonton film dokumenter dan menikmati film bagus," kata seorang responden.

Sementara itu, YouTube baru saja mengumumkan kenaikan harga langganan paket Premium di Amerika Serikat (AS). Kenaikannya mencapai hampir Rp 70 ribu.

Harga paket individu kini menjadi US$15,99 (Rp 273 ribu), naik dari US$13,99 (Rp 239 ribu). Untuk paket keluarga naik US$4 menjadi U$26,99 (Rp 462 ribu).

YouTube juga menaikkan harga layanan YouTube Lite menjadi US$8,99 (Rp 154 ribu). Khusus langganan YouTube Music Premium kini menjadi US$11,99 (Rp 205 ribu) per bulan, naik US$1 (Rp 17 ribu).

Belum diketahui apakah kenaikan ini bakal terjadi juga untuk negara lain, termasuk di Indonesia.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: AI Bantu Transformasi HR, Bikin Kinerja Karwawan Melesat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII soal Tambahan Biaya Pesawat Haji Rp 1,7 T: Tak Ambil dari BPKH
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Gibran Dorong Industri Gim Nasional Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Foto: Populasi Bekantan Meningkat di Kota Malang
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Presidential Threshold Nol Persen Bakal Akhiri Era Koalisi Gemuk?
• 17 jam lalukompas.com
thumb
5 Alasan Kenapa Drakor Perfect Crown Wajib Ditonton
• 15 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.