Lembaga Global Waspadai Dampak Perang Timur Tengah, Ekonomi Dunia Terancam

medcom.id
15 jam lalu
Cover Berita
New York: Sejumlah lembaga keuangan dan energi global memperingatkan dampak serius dari perang timur tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dampaknya dinilai tidak hanya bersifat regional, tetapi telah merambat ke perekonomian global.
 
Pimpinan International Energy Agency (IEA), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank Group menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam pertemuan koordinasi yang digelar pada Senin, 13 April 2026.
  Baca juga:  Dunia Kena Imbas! IMF Sebut Konflik Timur Tengah Ganggu Ekonomi Global                                                                     
Pertemuan ini merupakan bagian dari kelompok kerja yang dibentuk sejak 1 April untuk
merespons dampak energi dan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
 
Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga menilai dampak perang sangat luas dan tidak merata. Negara-negara pengimpor energi, khususnya yang berpenghasilan rendah, disebut menjadi pihak paling terdampak.

“Guncangan ini telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, serta memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan dan hilangnya lapangan kerja,” demikian pernyataan tersebut.
 
Meski arus pengiriman melalui Selat Hormuz mulai kembali normal, pemulihan pasokan global diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu cepat. Kerusakan infrastruktur akibat konflik membuat harga energi dan pupuk diproyeksikan tetap tinggi dalam jangka panjang.
 
Gangguan pasokan juga berpotensi memicu kelangkaan bahan baku penting yang berdampak ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga industri manufaktur. Tak hanya itu, konflik juga memicu gelombang pengungsian, menekan pasar tenaga kerja, serta memperlambat aktivitas perjalanan dan sektor pariwisata.
 
IEA, IMF, dan Bank Dunia menyatakan tengah memperkuat koordinasi, termasuk memberikan rekomendasi kebijakan yang disesuaikan untuk masing-masing negara. IMF dan Bank Dunia juga membuka peluang pemberian bantuan keuangan bagi negara yang membutuhkan.
 
Ketiga lembaga tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap pasar energi serta ekonomi global, sekaligus mengoordinasikan langkah respons untuk membantu negara-negara anggotanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jonatan Christie “penasaran” taklukkan Indonesia Open 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pengusaha Bus Tahan Pembelian Unit Baru di Semester I 2026, Ini Alasannya
• 39 menit lalukumparan.com
thumb
Selain Pasokan BBM, Indonesia Jajaki Kerja Sama Pembangunan Storage Crude dan Nuklir dengan Rusia
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Dua Platform Investasi Bekerja sama untuk Mempercepat Pengembangan AI Finansial di Asia Tenggara
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Isi Pertemuan Menhan Sjafrie dan AS: Dari Kerja Sama Militer hingga Isu Overflight
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.