Iran mengecam postingan hingga kecaman terhadap tokoh religius yang baru-baru ini dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia diketahui sempat mengunggah gambar yang menempatkan dirinya seperti tuhan, serta mengecam sosok dari Pope Leo XIV
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras tindakan dari Trump. Ia menyatakan bahwa kecaman hingga unggahan yang dilakukan sosok tersebut tidak bisa diterima, bahkan sudah masuk ranah penistaan agama.
Baca Juga: Iran Puji Keberanian Paus Leo Hadapi Tekanan Amerika Serikat: Suaranya Nyaring Tanpa Rasa Takut
"Saya mengutuk penghinaan terhadap Pope Leo XIV. Kami juga menyatakan bahwa penodaan terhadap tuhan, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka," katanya.
Sebelumnya, Washington dibuat heboh oleh unggahan kontroversial dari Trump. Ia memposting sebuah gambar menampilkan dirinya sebagai figur mirip Yesus. Hal itu diketahui mengundang kecaman dari berbagai pihak.
Trump mengunggah post terkait pada Minggu. Dalam gambar bergaya lukisan tersebut, ia terlihat mengenakan jubah putih, memegang bola bercahaya, dan menyentuh kepala seorang pria seperti sedang menyembuhkan.
Latar belakang menampilkan elemen simbolik seperti kembang api, jet tempur, elang hingga Patung Liberty. Visual ini memicu interpretasi bahwa Trump digambarkan sebagai figur ilahi. Unggahan tersebut akhirnya dihapus pada Senin.
Namun postingan itu terlanjur viral dan mengundang kecaman dari berbagai pihak. Ia dituduh secara sengah telah melakukan penistaan agama. Namun hal itu sendiri dibantah oleh Trump. Ia membantah bahwa gambar tersebut memiliki makna religius.
“Saya kira itu gambaran saya sebagai dokter dan ada hubungannya dengan Palang Merah. Seharusnya itu menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang sembuh. Dan saya memang membuat orang sembuh,” katanya.
Adapun Trump mengecam sosok dari Paus Leo. Ia menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.
"Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.
Trump juga mengatakan bahwa seharusnya posisi paus tak dimiliki oleh Leo. Menurutnya, Leo terpiliha karena dia merupakan warga negara dari Amerika Serikat. Vatikan menurutnya memilik sosok tersebut khusus untuk menahan ambisi dari Amerika Serikat.
Ia juga baru-baru ini mempertahankan posisinya dan menilai kritik dari sang tokoh religius tidak tepat. Ia sebelumnya menyebut sosok tersebut sebagai seorang yang lemah dan mengakomodasi kelompok kiri radikal.
Baca Juga: NATO Tolak Ikut Blokade Selat Hormuz, Ogah Terlibat Konflik Iran-Amerika Serikat
“Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Kami sangat percaya pada hukum dan ketertiban, dan tampaknya dia memiliki masalah dengan itu, jadi tidak ada yang perlu dimintai permintaan maaf,” kata Trump.





