Grid.ID – Film terbaru garapan Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, akan tayang di bioskop mulai 23 April 2026. Film ini hadir dengan konsep berbeda dalam menggambarkan emosi manusia.
Lewat cerita yang diangkat, penonton diajak melihat berbagai sisi kehidupan, mulai dari ambisi, luka masa lalu, hingga proses berdamai dengan diri sendiri.
Menariknya, semua emosi itu disalurkan melalui “pesta kerasukan” yang menjadi simbol pelarian sekaligus cara mencari kebahagiaan.
Berbeda dari anggapan umum, kerasukan dalam film ini tidak selalu menyeramkan. Justru, ritual dalam Pesta Sambetan digambarkan sebagai cara untuk melepaskan beban yang lama dipendam.
Sebelum tayang di Indonesia, Para Perasuk sudah lebih dulu tampil di berbagai festival film dunia. Film ini melakukan premiere di Sundance Film Festival 2026, lalu berkompetisi di sejumlah festival internasional seperti Miami Film Festival, Fantaspoa Brasil, hingga MOOOV Belgia.
Di Tanah Air, antusiasme penonton juga tinggi. Early screening di 14 kota langsung habis terjual, bahkan masih ada beberapa kota lain yang segera menyusul.
"Film ini berbicara tentang obsesi seseorang. Tokoh utamanya, Bayu (Angga Yunanda), ingin menjadi perasuk terbaik. Tapi masalahnya desanya terancam digusur. Bayu dan warga berusaha mempertahankan desa agar tak terjadi penggusuran. Ini menceritakan Bayu yang sangat terobsesi sekali terhadap sesuatu, sehingga lupa dengan orang-orang di sekitarnya termasuk bapaknya. Ambisi dan obsesi itu juga sangat relate dengan banyak yang dialami oleh kita, yang terkadang mengejar ambisi sehingga bisa saja melupakan keluarga atau orang terdekat kita, ini yang akan membuat relate dengan banyak penonton," ujar Wregas Bhanuteja.
Film produksi Rekata Studio ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo.
Angga Yunanda yang memerankan Bayu mengaku cerita film ini terasa sangat dekat dengan dirinya. Dengan begitu, suami Shenina Cinnamon merasa film ini sangat emosional.
"Para Perasuk adalah film yang menurut saya sangat manusiawi. Saat syuting di hari pertama, saya merasa filmnya sangat menusuk hati saya. Karena sangat dekat sekali dengan saya, bercerita tentang Bayu, anak muda yang mencari jati diri dan berambisi mengejar cita-citanya, ingin jadi yang terbaik. Menurut saya sangat seru ada cerita coming of age yang berbeda dari biasanya, ditambah di film ini juga membahas tentang hubungannya dengan luka masa lalu. Ini adalah film yang sangat dekat dan menyentuh hati terdalam saya," ujar Angga Yunanda.
Film ini juga menghadirkan banyak adegan tak biasa. Mulai dari Angga yang melata seperti lintah, Maudy Ayunda yang menari tanpa alas kaki, hingga Anggun yang merapal mantra.
Untuk mendukung adegan tersebut, Wregas menggandeng koreografer Siko Setyanto. Gerakan yang dibuat menjadi cara untuk menggambarkan emosi seperti takut, cinta, dan keinginan.
"Wregas punya pandangan yang sangat unik. Setiap filmnya selalu memiliki isu sosial, caranya bercerita membuat kita tergugah dan membuat kita mempertanyakan banyak hal ke diri sendiri. Dan harapannya Para Perasuk juga bisa meninggalkan kesan ke semua orang," ujar Anggun.
Maudy Ayunda juga mengaku film ini menjadi pengalaman baru dalam kariernya. Ia harus keluar dari zona nyaman untuk mendalami karakter Laksmi.
"Laksmi yang aku perankan adalah karakter yang penting, karena dia satu-satunya dari ansambel yang memanifestasikan proses kerasukan. Sebagai pelamun, Laksmi kerasukan oleh roh hewan, dan bagaimana aku menerjemahkannya dalam bentuk tarian menjadi proses aku untuk berserah dari upaya untuk mengontrol diri. Aku menggunakan intuisi dan rasa," ujar Maudy Ayunda.
"Film ini terasa sangat magical namun di saat bersamaan juga terasa sangat personal, karena membicarakan tentang ambisi dan upaya untuk sembuh dari luka masa lalu," tambahnya.
Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan dan konsep yang berbeda, Para Perasuk menjadi salah satu film yang patut dinantikan. Film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. (*)
Artikel Asli




