Bos Danantara Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti Efektif Bagi Program PSEL

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti efektif untuk menjalankan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Rosan mengaku bahwa pihaknya sangat terbuka untuk teknologi jenis lain yang juga bisa mengakomodir program tersebut.

Baca Juga :
Kawal Diplomasi Energi, Bahlil Janji Jaga Pasokan Domestik Demi Ketahanan Nasional
IHSG Sesi I Melesat 2,14 Persen, Analis Prediksi Bakal Terbang ke 7.700

"Tapi kita memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti berjalan baik di banyak negara, di seluruh dunia. Nah itu tentunya kita berikan prioritas,” kata Rosan di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Waste to Energy (WtE) @ Mascha Tace/Shutterstock [https://www.shutterstock.com/id/image-vector/cool-vector-concept-layout-on-waste-384307330]
Photo :
  • vstory

Dalam konferensi pers bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq itu, Rosan juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melaporkan sebanyak 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota, yang akan menjadi prioritas investasi PSEL.

Presiden Prabowo disebut-sebut juga telah meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi yang timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari, agar segera diprioritaskan dalam PSEL.

Sebanyak 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi syarat tahap pertama, dan mendapatkan surat keputusan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sementara itu, untuk kota dengan timbulan 500–1.000 ton per hari, tidak memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan wilayah prioritas PSEL dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton.

Rosan yang juga merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM itu menekankan, sampai saat ini jika dilihat berdasarkan pemantauan dan evaluasi dari tim gabungan, terdapat tujuh wilayah aglomerasi pada 26 kabupaten/kota dengan timbulan sampah 500-1.000 ton per hari.

“Untuk (pemanfaatan) teknologi lain yang tetap terbuka, yang penting memang pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik, cepat dan paling penting diterima masyarakat, terutama di lingkungan tempat pengelolaan sampah itu akan dihasilkan,” ujar Rosan.

“Alatnya bisa dari negara Jepang, Korea, Belanda, China dan juga ada juga produk nanti dari kita sendiri juga,” ujarnya. (Ant).

Baca Juga :
Langkah Antisipatif Pemerintah Redam Dampak Krisis Energi Global Perkuat Fondasi Nasional
Beralih ke EBT, Bos PLN Bakal Eliminasi 2.139 Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
Mendikdasmen Dorong Siswa Naik Sepeda ke Sekolah untuk Hemat Energi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Federico Barba tekankan pentingnya menjaga momentum
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Hijrah Hati Letda Iswandi: Dari Mati Suri Jadi Pelayan Anak Yatim | Brigade Podcast
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Tamara Bleszynski Sebut Netizen Keliru soal Ketidakhadirannya di Pernikahan Teuku Rassya
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Viral Anggota Ormas Mau Bakar Warung di Deli Serdang, Polisi Buru Pelaku
• 19 jam laludetik.com
thumb
Sepekan Disiapkan, Parade Eks Bintang Top Dunia Siap Guncang GBK di Clash of Legends 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.