FAJAR, MAROS – Memasuki hari kedua Pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, antusiasme masyarakat terus meningkat. Ratusan pengunjung memadati area tenant sejak sore hingga malam hari.
Arus pengunjung yang tak pernah surut dimanfaatkan warga untuk berburu beragam kuliner, minuman kekinian, hingga oleh-oleh khas daerah yang ditawarkan pelaku UMKM lokal.
Lonjakan pengunjung ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan omzet signifikan, bahkan melampaui target penjualan yang telah ditetapkan.
Salah satu pelaku usaha minuman kekinian, Triple Z, mengungkapkan dagangannya laris manis sejak hari pertama pelaksanaan.
“Alhamdulillah, selama dua hari penjualan sudah melampaui target. Bahkan stok kami habis. Kami menjual minuman seperti matcha dan alpukat dengan harga rata-rata Rp10 ribu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pedagang Asinan NTI yang mengaku penjualan di hari kedua sangat memuaskan.
“Penjualan hari ini masih sangat baik. Kami menjual asinan dengan harga Rp10 ribu hingga Rp25 ribu,” katanya.
Pelaku UMKM lainnya, Bakso Bakar Isra, juga merasakan lonjakan pembeli yang signifikan hingga harus melayani pelanggan sampai tengah malam.
“Kami mulai jualan pukul 15.00 hingga 24.00 Wita. Alhamdulillah, pembeli sangat ramai dan omzet melejit melampaui target,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros turut memantau langsung geliat ekonomi tersebut. Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur meninjau lokasi pameran pada hari kedua.
Chaidir menilai tingginya jumlah pengunjung menjadi indikator positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat selama pelaksanaan MTQ.
“Memasuki hari kedua, pengunjung sangat ramai dari sore hingga malam, bahkan semakin malam semakin padat. Ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“MTQ bukan sekadar lomba syiar Islam, tetapi juga menjadi magnet ekonomi bagi pelaku UMKM,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Muetazim Mansyur yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.
“Seluruh lomba berlangsung tertib tanpa kendala berarti. Kami berharap kondisi ini terus terjaga hingga penutupan, karena ini merupakan event terbaik bagi masyarakat Maros dan Sulawesi Selatan,” tutupnya.





