Presiden Prabowo Subianto diundang Presiden Vladimir Putin untuk kembali ke Rusia pada pertengahan tahun ini. Undangan itu disampaikan Putin saat bertemu Prabowo di Istana Kremlin pada Senin (13/4).
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan Prabowo diundang lagi Putin untuk hadir dalam dua agenda yang bakal digelar pada Mei dan Juli mendatang.
"Presiden Putin juga menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan yang akan diselenggarakan pada bulan Mei dan juga pameran industri besar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli yang akan datang," kata Sugiono di Moskow, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/4).
Sugiono menjelaskan, undangan ini menjadi bagian dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia.
"Dalam rangka bagian dari memperkuat hubungan kedua negara yang diharapkan bisa menjadi semakin intensif yang membawa kebaikan bagi kedua belah pihak," ujar dia.
Pertemuan Prabowo dengan Putin di Istana Kremlin berlangsung selama 5 jam. Hal itu diungkap Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
"Pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama 5 jam. Diawali 2 jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan 3 jam pertemuan tertutup empat mata antara kedua pemimpin," kata Teddy lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (13/4).
Teddy mengatakan, ada sejumlah kesepakatan yang berhasil dicapai. Salah satunya adalah kesepakatan di bidang energi.
Selain itu, ada kesepakatan terkait kelanjutan beberapa kerja sama pada bidang pendidikan, teknologi, pertanian, hingga investasi pada pembangunan industri di Indonesia.
"Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global. Selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS. Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia," ucap Teddy.
"Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah 5 kali bertemu di berbagai kesempatan dalam 1 tahun terakhir," lanjutnya.





