JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga survei Cyrus Network mengungkapkan bahwa hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui program flagship Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Apakah Anda mengetahui program Makan Bergizi Gratis? 98,6 Persen publik mengetahui program ini. Ini wajar saja karena ini program flagship-nya Pak Presiden, ini disampaikan jauh sebelum beliau dilantik, bahkan saat sedang running election, atau sedang pemilihan ini menjadi program yang sangat disampaikan di baik itu di pemilihan baik itu ketika baru dilantik," ujar Syahril dalam jumpa pers virtual, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Di MK, DPR Sebut Dana Pendidikan untuk MBG Merupakan Konsekuensi Logis
Syahril menjelaskan, Prabowo juga sering menyebutkan program MBG, sehingga kerap menghiasi pemberitaan di media massa.
"Sehingga 98 atau tingkat keterkenalan program ini hampir 100 persen atau 98,6 persen," ucapnya.
Selanjutnya, Syahril mengatakan, publik yang merasakan langsung MBG adalah sebesar 54,4 persen.
Sedangkan mereka yang mendukung MBG, kata Syahril, mencapai angka 65,4 persen.
"Nah kalau kita lihat data, ada 65,4 persen publik mendukung program MBG ya, meskipun kalau kita lihat yang tidak mendukungnya ada 32,7 persen. Tapi secara jumlah lebih banyak publik yang mendukung yaitu 65,4 persen," jelas Syahril.
Baca juga: Prabowo Ingin MBG Fokus Ke Anak Kurang Gizi, Pengamat Sebut Data PIP Bisa Jadi Patokan
Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel yang diambil Cyrus Network sebanyak 1.260 responden.
Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung dengan responden pada 1-5 April 2026.
Alasan publik
Berikut alasan kenapa publik mendukung/tidak mendukung MBG:
Mendukung
1. MBG membantu pemenuhan gizi masyarakat: 31,5 persen
2. MBG mengurangi beban ekonomi keluarga: 28,4 persen
3. MBG mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil: 23,0 persen