Seorang wanita berjalan melewati deretan mobil hangus yang berjejer di luar Maruti Suzuki Car Center, yang menjadi sasaran amukan massa, setelah para buruh pabrik menuntut kenaikan upah, di tengah melonjaknya biaya hidup akibat gangguan yang disebabkan oleh konflik AS-Israel dengan Iran, di Noida, kota pusat industri India di negara bagian Uttar Pradesh, India, Senin (13/4/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)
2/6Pekerja bersama warga mencoba mengevakuasi kendaraan yang terbalik akibat aksi protes, sementara kepolisian India memperketat pengamanan untuk mengendalikan unjuk rasa buruh di Noida yang memasuki hari keempat dan berubah menjadi kerusuhan. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran kendaraan serta pelemparan batu di sejumlah titik di kota satelit tersebut. Situasi yang memanas memaksa aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas demi mengendalikan kondisi. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
4/6Amukan massa tidak hanya menyasar kendaraan, tetapi juga berbagai fasilitas umum dan pos polisi. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, dengan bagian jendela dirusak hingga dibakar, meninggalkan puing-puing akibat aksi perusakan di lokasi kejadian. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Gelombang protes ini dipicu oleh meningkatnya biaya hidup secara global, yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak pada terbatasnya pasokan bahan bakar. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
6/6Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di negara bagian Haryana, yang dikenal sebagai pusat industri otomotif. Protes di wilayah tersebut mendorong pemerintah India menaikkan upah minimum sebesar 35 persen. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Add as a preferredsource on Google




