War Tiket Haji Baru Wacana, Menhaj: Kalau Prematur Kita Tutup Dulu

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf memastikan usulan 'war ticket' antrean jemaah haji Indonesia masih sebatas wacana. Adapun, ide tersebut muncul guna memangkas antrean jemaah haji yang saat ini sudah mencapai sekitar 26 tahun. 

Istilah war ticket merujuk kepada pendaftaran haji dengan skema siapa cepat, dia dapat. Skemanya, pemerintah akan mengumumkan biaya haji, kemudian masyarakat dapat berburu kuota sampai dengan batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan.

Namun, Irfan menekankan hal tersebut belum mendesak untuk dibahas, mengingat masa haji 1447 H/2026 M tinggal menghitung hari. 

“Kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur, akan kita tutup dulu sampai hari ini sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, Selasa (14/4/2026). 

Dirinya menjelaskan, sejatinya ide tersebut muncul di antara berbagai kemungkinan langkah yang akan diambil untuk memperpendek waktu tunggu jemaah. 

Irfan menegaskan bahwa calon jemaah tidak perlu khawatir karena setiap langkah yang nantinya diambil tidak akan menghanguskan waktu tunggu yang sudah ada. 

Baca Juga

  • Wacana War Tiket Dipertanyakan Penyelenggara Haji di Jabar
  • Menhaj Ungkap Wacana Sistem War Tiket Haji, Siapa Cepat Dia Dapat?
  • Arab Saudi Batasi Akses Masuk Makkah mulai 13 April 2026 hanya untuk Keperluan Haji

Dalam pembahasannya pun masih perlu banyak koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait atau stakeholder, seperti DPR, pelaku bisnis haji, terutama juga dari calon jemaah. 

Di samping skema war ticket, Irfan mengaku pihaknya sudah pernah mengusulkan untuk meminta sisa kuota haji dari negara lain. Namun, pihak Arab Saudi enggan memberikan kuota tersebut kepada Indonesia. 

Sementara itu, Irfan terbuka terhadap usulan-usulan terkait pemangkasan antrean. Untuk itu, dirinya memastikan pembahasan akan tetap berjalan meski saat ini fokus pihaknya terhadap pelaksanaan haji, di mana jemaah akan mulai berangkat pada 22 April 2026.

“Pembahasan tetap akan jalan. Cuma mungkin istilahnya bukan war ticket. Kami akan upayakan ada terobosan-terobosan baru untuk bisa mempercepat pengurangan antrean yang ada,” tambahnya. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, ke depannya Arab Saudi berpotensi menambah jumlah kuota haji. Namun, belum diketahui berapa jumlah pastinya untuk Indonesia. 

“Saudi itu punya Saudi Vision 2030. Target mereka salah satunya mendorong ke depannya 5 juta jemaah haji. Persiapan kuota ini diskursusnya harus kita persiapkan sejak dini,” tambahnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayangan Kecil Melayang di Penglihatan Bikin Resah, Apakah Bisa Sebabkan Kebutaan?
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Daerah Wajib Terapkan WFH, Mendagri : Bentuk Loyalitas ke Pemerintah Pusat
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Potret Prabowo Temui Putin Didampingi Teddy, Sugiono dan Bahlil
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Berbagi Kebaikan, Mandiri (BMRI) Gelar Donor Darah Massal bagi 2.800 Pendonor
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Momen Keakraban Prabowo dan Putin saat Antar Kepulangan dari Rusia
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.