Pakistan Usulkan Perundingan Kedua Antara Iran dan AS

kompas.tv
13 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Para anggota media menunggu transportasi di luar pusat media yang didirikan untuk meliput pembicaraan AS-Iran, di Islamabad, Pakistan, Minggu, 12 April 2026. (Sumber: AP Photo/Anjum Naveed)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Para pejabat Pakistan mengatakan pada hari Selasa (14/4/2026) bahwa Islamabad telah mengusulkan perundingan kedua kepada Amerika Serikat (AS) dan Iran, sebagaimana dilansir AP News. 

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan negosiasi dengan Iran "telah mencapai beberapa kemajuan" dan Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (13/4), "kami telah dihubungi oleh pihak lain" dan "mereka ingin mencapai kesepakatan."

Para pejabat Pakistan berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas masalah ini dengan pers.

Sementara itu, seorang pejabat senior Hizbullah pada hari Senin mengatakan kelompok militan Lebanon itu tidak akan mematuhi perjanjian apa pun yang mungkin dihasilkan dari pembicaraan langsung Lebanon-Israel yang akan dimulai pada hari Selasa di Washington.

Para pejabat Lebanon berharap dapat menengahi gencatan senjata dalam perang Israel-Hizbullah yang telah menewaskan sedikitnya 2.089 orang di Lebanon. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia tidak menginginkan gencatan senjata dan tujuannya adalah pelucutan senjata Hizbullah dan potensi kesepakatan perdamaian antara Lebanon dan Israel.

Blokade AS terhadap pelabuhan Iran yang dimulai Senin dan ancaman pembalasan Iran telah menciptakan konfrontasi luar biasa yang menimbulkan risiko serius bagi ekonomi global dan meningkatkan kemungkinan runtuhnya gencatan senjata dan dimulainya kembali pertempuran.

Baca Juga: Analis: Opsi AS Terbatas Usai Negosiasi Gagal, Blokade Hormuz Jadi Tekanan ke Iran

Gagalnya Perundingan Iran dan AS di Islamabad, Pakistan 

Usai perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance sebelumnya mengatakan negosiasi telah berakhir tanpa mencapai kesepakatan.

"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk dibandingkan bagi Amerika Serikat," ujar Wakil Presiden AS, JD Vance, Minggu (12/4/2026), sebagaimana dilansir AP/US Network Pool, dipantau dari tayangan video YouTube KompasTV

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, AP/IRINN/US Network Pool

Tag
  • pakistan
  • iran
  • as
  • amerika serikat
  • perundingan iran as
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Angel Pieters maknai Hari Kartini sebagai momentum perempuan berjuang
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Korupsi Hakim Depok, KPK Cecar soal Mutasi Jabatan
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Salut! Tak Hanya Sembuh dari Kanker, Aldi Taher Kini Fokus Rawat Ibunda Pasca Stroke
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Polda Metro Beberkan Barang Bukti Kasus Narkoba Zenith Semarang
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tertinggal Jauh, Alex Marquez Siapkan Rencana Balikkan Keadaan Jelang MotoGP Spanyol 2026
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.