Grid.ID - Aktris Faradina Mufti membagikan pengalaman masa kecilnya yang berkaitan dengan film Children of Heaven, yaitu sepatu. Cerita ini ia sampaikan saat berada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Dari pengalamannya tersebut, terlihat bagaimana kondisi kehidupan di masa kecil bisa memengaruhi cara seseorang memandang sesuatu, termasuk barang sehari-hari.
Pemeran film Children of Heaven ini mengatakan bahwa ia tumbuh di daerah, bukan di kota besar. Saat masih kecil, ia memiliki pandangan bahwa kehidupan di ibu kota terlihat lebih modern dan serba maju. Ia membayangkan orang-orang di kota besar memiliki gaya berpakaian yang lebih mengikuti tren dibandingkan dirinya yang tinggal di daerah.
"Kalau aku tuh, aku tuh kecil hidup di daerah ya. Jadi kan kalau kita melihat ibu kota kan pasti, apalagi saat kita kecil, tuh pasti ngebayanginnya sesuatu yang wah, modern, kota besar, hingar bingar gitu," ujar Faradina Mufti di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (13/4/2026).
Pandangan tersebut membuatnya merasa bahwa apa yang dimiliki anak-anak di kota besar terlihat lebih baik. Namun, kondisi yang ia alami justru membuatnya lebih menghargai apa yang ia punya, termasuk dalam hal sepatu.
"Dan juga pasti kayak mereka, aku dulu berpikirnya kalau mereka tuh pasti punya gaya berpakaian yang mungkin lebih up-to-date dibanding aku yang anak daerah," katanya.
Ia menceritakan bahwa mendapatkan sepatu baru bukanlah hal yang mudah. Biasanya, sepatu baru hanya didapatkan pada momen tertentu, seperti saat Lebaran. Bahkan saat itu pun, sepatu baru dianggap sebagai sesuatu yang mewah dan sangat berharga.
"Jadi kayak dulu tuh begitu punya sepatu baru saat Lebaran gitu kan, itu kayak sesuatu yang mewah banget yang pernah aku dapatkan," ujar Faradina.
Faradina juga menjelaskan bahwa dalam keluarganya, membeli barang baru tidak dilakukan sembarangan. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang militer, yang menerapkan kedisiplinan dalam banyak hal, termasuk dalam penggunaan barang. Sepatu tidak akan diganti jika masih bisa dipakai.
"Karena dulu pun aku juga tidak semudah itu untuk mendapatkan sepatu baru. Karena pasti kan harus kapan, harus waktunya bagaimana, tunggu sepatunya rusak dulu kan kayak gitu," tuturnya.
Menurutnya, sepatu baru biasanya dibeli jika sepatu lama sudah benar-benar rusak. Bukan hanya sekadar sempit atau terlihat usang, tetapi harus sampai tidak layak digunakan. Ia bahkan menyebut bahwa dulu, sepatu yang sudah sempit tetap dipakai terlebih dahulu.
Hal yang sama juga berlaku untuk barang lain seperti kaus kaki. Jika sudah longgar, tidak langsung dibuang, tetapi diperbaiki agar tetap bisa digunakan. Ini menunjukkan bahwa pada masa itu, penggunaan barang benar-benar dioptimalkan.
"Iya, sempit dulu. Kalau sudah sempit baru nih gitu. Keluarga militer kan, jadi kayak, "Kamu, kamu tidak, tidak!" Tapi ya benar ya, orang tua zaman dulu tuh kalau sepatu kalau belum mangap tuh belum rusak gitu ya. Kaus kaki saja dikaretin kita dulu. Sudah dower-dower dikaretin," cerita Faradina Mufti.
Sementara itu, film Children of Heaven versi Indonesia ini diadaptasi dari film legendaris asal Iran karya Majid Majidi yang dirilis pada 1997. Versi Indonesia ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MD Pictures. Film Children of Heaven ini rencana akan tayang pada 27 Mei 2026.(*)
Artikel Asli




