Sugiono: Prabowo Minta Putin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan RI

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sempat meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang ekonomi.

"Dalam pertemuan, Pak Presiden juga menyampaikan hal-hal yang sekiranya bisa ditingkatkan dalam kerja sama antara kedua negara, khususnya di bidang ekonomi. Kemudian juga melanjutkan hubungan-hubungan yang sudah terjalin selama ini antara kedua negara," ujar Sugiono di YouTube Setpres, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Prabowo Temui Presiden Putin, Konsultasi Hadapi Situasi Geopolitik

Sugiono menyampaikan, Rusia merupakan salah satu partner strategis bagi Indonesia.

"Dan juga merupakan rekan ataupun partner dagang yang sangat penting bagi perdagangan dan ekonomi Indonesia," ucapnya.

Kedua negara akan mengokohkan relasi di pelbagai bidang.

"Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antar warga negara, baik itu Rusia maupun Indonesia," sambung Sugiono.

Baca juga: Vladimir Putin Undang Prabowo ke Rusia Lagi pada Mei dan Juli 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Makan siang di Istana Kremlin

Adapun Prabowo dan Putin bertemu selama lima jam di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4/2026) kemarin.

Kata Sugiono, ketika Prabowo dan Putin sedang makan siang bersama, mereka turut membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern bagi kedua negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Filipina Tuduh China Gunakan Sianida untuk Racuni Atol Laut Cina Selatan
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Rencana Tender Ulang PSEL Makassar Dinilai Sinyal Keras Rapuhnya Kepastian Hukum untuk Investor 
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Kementan Bareng BUMN Bahas Rencana Hilirisasi Gambir Asal Sumbar, Soroti Potensi Besar
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Lonjakan Kecelakaan Lalu Lintas Saat Festival Songkran di Thailand, 50 Tewas dalam Sehari
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Sedot Wisatawan, Pramono Kaji Pengembangan Trem di Kota Tua
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.