Rambut Rontok? 5 Makanan Ini Mungkin Dapat Membantu Memperlambat Prosesnya

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

Orang dewasa yang mengalami kerontokan rambut, terlihat jelas sering tampak jauh lebih tua dibandingkan orang lain seusia mereka. Bagi mereka yang sudah memasuki usia paruh baya—menghadapi tekanan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari—kemungkinan rambut rontok sering menjadi kekhawatiran yang diam-diam menghantui mereka.

Sebelum beralih ke pengobatan, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan kapan kondisi tersebut dianggap sebagai masalah nyata.

Berapa banyak rambut rontok yang dianggap berlebihan?

Menemukan helai rambut di sisir atau lantai kamar mandi tidak otomatis menandakan masalah medis. Rambut secara alami mengalami siklus pertumbuhan dan istirahat, sehingga kerontokan dalam jumlah tertentu adalah hal yang wajar.

Pada orang dewasa yang sehat, kehilangan sekitar 50 hingga 60 helai rambut per hari masih termasuk dalam kisaran normal.

Secara klinis, kerontokan rambut didefinisikan sebagai kehilangan lebih dari 100 helai per hari, terjadi terus-menerus selama lebih dari satu bulan, tanpa tanda-tanda berkurang. Penipisan rambut yang terlihat di area tertentu dapat semakin menguatkan pola ini.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kerontokan rambut cenderung meningkat selama bulan-bulan musim gugur.

Apa penyebab rambut rontok?

Bentuk yang paling umum, yaitu kebotakan androgenetik, dulu sering dikaitkan dengan produksi minyak kulit kepala yang berlebihan. Namun, sebenarnya hormonlah yang menjadi penyebab utama.

Folikel rambut dan kelenjar minyak sama-sama merespons hormon androgen. Di bawah pengaruh hormon ini, produksi minyak meningkat, sementara folikel rambut secara bertahap menyusut. Akibatnya, rambut baru tumbuh lebih tipis, lebih pendek, dan lebih cepat rontok.

Kondisi hormonal atau metabolik lain juga dapat berkontribusi, seperti kadar estrogen yang rendah, gangguan kelenjar pituitari, gangguan tiroid, dan kelainan pada kelenjar adrenal.

Faktor genetik juga memainkan peran besar. Orang dengan riwayat keluarga mengalami kerontokan rambut memiliki kemungkinan jauh lebih tinggi untuk mengalaminya.

Lima makanan yang mendukung pertumbuhan rambut

Pola makan tidak dapat mengalahkan faktor genetik atau hormon, tetapi dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan folikel rambut agar tetap aktif.

Beberapa makanan menonjol karena kepadatan nutrisinya dan kaitannya dengan pertumbuhan rambut yang lebih sehat:

Tes sederhana yang bisa dilakukan sendiri

Menghitung jumlah rambut yang rontok setiap hari tidaklah praktis. Namun, ada tes sederhana yang bisa memberi gambaran awal.

Letakkan jari di dekat akar rambut, pegang perlahan sejumput kecil rambut, lalu tarik tangan secara lembut hingga ke ujung. Ulangi beberapa kali di area kulit kepala yang berbeda.

Jika setiap kali terdapat tiga atau empat helai rambut yang ikut tercabut, hal ini bisa menunjukkan kerontokan yang tidak normal, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Sumber : Visiontimes.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Hemat BBM Mobil Agar Tidak Jadi ‘Sobat’ SPBU
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Rusia Sepakat Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Titiek Soeharto Minta Penjelasan Menhut Soal Pembatasan Kuota Wisata Komodo
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Bulog Ajukan Tambahan Kuota Atasi Kelangkaan Minyakita
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Cegah Peredaran Narkoba, Polda Riau Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.