TEHERAN, KOMPAS.TV - Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani mengecam blokade yang diterapkan militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Iravani menyebut langkah Presiden AS Donald Trump memblokade Hormuz adalah tindakan ilegal yang mengancam stabilitas regional.
Hal tersebut disampaikan Amir Saeid Iravani dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB, menanggapi ancaman blokade oleh Komandu Pusat AS (CENTCOM) dan Presiden Donald Trump.
Iravani menyatakan blokade di Selat Hormuz adalah pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Iran. Menurutnya, blokade ini pun melanggar Piagam PBB yang melarang ancaman atau pengerahan kekuatan terhadap negara berdaulat.
"Pemberlakuan blokade laut ini adalah pelanggaran jelas terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran," kata Iravani dalam suratnya kepada PBB sebagaimana dikutip PressTV, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Iran Tuntut Ganti Rugi dari 5 Negara Teluk, Tuduh Keterlibatannya dalam Agresi AS-Israel
Lebih lanjut, Iravani menyatakan blokade lautan oleh AS melanggar prinsip-prinsip fundamental hukum maritim internasional. Diplomat Iran itu menyatakan tindakan AS mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
"Dengan upaya menghal lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran, Amerika Serikat secara ilegal menghalangi hak-hak kedaulatan dari Republik Islam Iran dan melanggar hak-hak negara ketiga serta perdagangan internasional sesuai hukum internasional," kata Iravani.
Amir Saeid Iravani pun menyatakan Iran berhak mengambil tindakan untuk melindungi integritas teritorial dan kepentingan nasional.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan militernya akan memblokade lalu lintas menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran menyusul gagalnya perundingan damai kedua negara.
Iran kemudian balas mengancam Donald Trump dengan menyatakan pelabuhan-pelabuhan di Timur Tengah "tidak akan aman" jika blokade Selat Hormuz terjadi.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : PressTV
- selat hormuz
- blokade selat hormuz
- as blokade selat hormuz
- perang iran
- iran





