BDT 2026: Program Beasiswa Ekraf Siapkan Generasi Kreatif Kuasai AI

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi meluncurkan Program Beasiswa Digital Talent (BDT) 2026 sebagai upaya mencetak talenta kreatif yang mampu menguasai kecerdasan artifisial (AI) dan menjawab kebutuhan industri digital.

Program ini mengombinasikan pendalaman kemampuan teknis (hard skill) dan kemampuan interpersonal (soft skill) berbasis kurikulum industri global. Pelatihan dilakukan melalui pembelajaran daring (online self-paced) dengan standar kurikulum internasional yang dikembangkan oleh Dicoding.

“Program Badan Ekraf Digital Talent dirancang untuk menjawab persoalan skill gap and talent gap sekaligus memastikan para peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk AI. Melalui Program BDT 2026, kami ingin menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten. Hal ini sejalan dengan komitmen mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi,” ungkap Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam di Auditorium Gedung Film, Jakarta, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Selasa (14/4).

Kolaborasi program bersama Dicoding Indonesia ini mengusung tema ‘Productivity with AI Bootcamp’ yang ditujukan untuk menguatkan talenta digital sebagai kunci dalam membuat talenta AI nasional lebih siap. Dalam Buku Putih Peta Jalan KA Nasional tahun 2025, sebanyak 36 persen sumber daya manusia Indonesia perlu pelatihan baru dengan rincian 30 persen butuh upskilling dan 22 persen perlu pelatihan ulang total.

“Dengan semua potensi yang Indonesia punya, kita bisa menjadi pemimpin di Asia Tenggara dalam mengakselerasi kemampuan terhadap AI untuk produktivitas. Kami sangat berharap BDT 2026 dapat melahirkan talenta kreatif yang unggul dan berdaya saing dalam penguasaan AI sehingga semakin produktif untuk berkarya memajukan 17 subsektor ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Deputi Neil.

Sementara itu, CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, menyampaikan bahwa kolaborasi panjang bersama Badan Ekraf telah berjalan sejak 2016 dan telah menghasilkan dampak ekonomi senilai Rp 306 miliar, sebanyak 15.168 sertifikasi dalam bidang IT, dan 215.000 talenta digital yang mendapatkan penguatan skills.

“Dicoding menjadi sebuah lembaga pembelajaran yang memiliki misi bagaimana mengembangkan talenta Indonesia pada skala global. Selama 11 tahun Dicoding berada dalam industri, ada 1,3 juta developer yang sudah terdaftar dan belajar dalam platform, sekitar 879 ribu di antaranya menerima beasiswa,” ucap Narendra.

Dia juga menyoroti pesatnya adopsi AI untuk berbagai subsektor sebagai bentuk penguasaan skill yang menunjang produktivitas dalam industri kreatif.

“Hasil survei Dicoding menyebut 86 persen developer sudah menggunakan AI dan 94 persen developer di antaranya sudah merasakan lonjakan produktivitas. Dicoding menyambut positif inisiatif BDT 2026 yang akan melatih peserta untuk menyederhanakan proses kerja menuju utilisasi AI yang lebih terukur dan berdampak meningkatkan portofolio profesional mereka,” lanjut Narendra.

Program BDT 2026 akan membuka pendaftaran untuk 2.200 peserta dengan fokus pada pembelajaran AI untuk efisiensi kerja dan produktivitas pada platform daring atau learning management system (LMS) Dicoding. Mereka akan belajar mengenai panduang praktis dalam menggunakan AI, pemilihan alat produktivitas yang tepat, serta penguasaan teknik prompt engineering yang diimbangi kesadaran etika dan strategi adaptasi diri terhadap teknologi.

Baca Juga: PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang, Perkuat Daya Saing Industri Pulp dan Kertas

Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

“Program BDT 2026 merupakan inisiatif strategis untuk mencetak talenta digital yang mampu menguasai AI dan mendorong produktivitas tanpa batas. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap COO Dicoding, Dimas Catur Wibowo.

Segera bergabung menjadi bagian dari Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk kuasai AI demi wujudkan produktivitas tanpa batas. Daftar sebelum 31 Mei 2026 melalui http://bdt.dicoding.com/.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Pernyataannya Soal Prabowo-Gibran
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Daftar Buka Pangkalan LPG 3 Kg Gratis
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Rakernis Humas Polri 2026, Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Preman Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu di Tanah Abang Ditangkap, Ini Motifnya
• 17 jam laluokezone.com
thumb
BPBD DKI Jakarta Fokus Ketersediaan Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.