Dibanjiri Produk Mobil Listrik China, Industri Otomotif RI Terancam

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Mobil-mobil baru, termasuk kendaraan listrik buatan China dari perusahaan BYD. REUTERS/Yves Herman/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini mulai diserbu oleh produk impor, khususnya dari China. Dominasi ini dinilai berpotensi menggerus industri otomotif dalam negeri.

Data menunjukkan lebih dari 60% produk elektrifikasi di Indonesia berasal dari China. Dominasi tersebut menjadi tantangan serius bagi industri lokal.


"Indonesia kalau terkait elektrifikasi, posisinya didominasi oleh barang yang berwarna elektrifikasi. Jadi di atas 60%, itu produk elektrifikasi kita mostly dari China," kata Peneliti NCSTT ITB Agus Purwadi dalam Media Workshop TMMIN, Selasa (14/4/2026).

Baca: Diler Honda Berguguran, Bos Otomotif Mulai Happy Mobil China

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain yang memiliki basis industri otomotif, misalnya terjadi di negara tetangga seperti Thailand.

"Thailand ternyata juga lebih dominan dari China. Dan Thailand sudah menghadapi masalah di industri otomotifnya. Banyak pabrik-pabrik yang mulai itu, sehingga Thailand growth-nya juga turun," ujarnya.

Masuknya produk baru seharusnya memperluas pasar, namun justru yang terjadi adalah kanibalisasi terhadap pasar yang sudah ada. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

Baca: Dapat Kado Manis dari 2 Lembaga Dunia, RI Masih Dipercaya Investor

"Produk baru ini bukan menambah market, tapi malah menggerus market. Menggerus market dan memang tadi ya dengan padahal kapasitas kita tinggi," jelasnya.

Di sisi lain, negara seperti India dan Vietnam justru mampu membangun basis produksi lokal yang kuat. Keduanya mengandalkan kebijakan yang terukur serta strategi industrialisasi yang konsisten.

"India dan Vietnam ini elektrifikasinya mulai berhasil membangun internal, karena memang mereka punya policy dan juga implementasi yang terukur," ungkap Agus.

Indonesia perlu segera mencari cara untuk mendorong pertumbuhan pasar sekaligus melindungi industri dalam negeri.

"Jadi ini yang mestinya kita cari cara bagaimana men-trigger market," sebutnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harga Bbm Naik, Warga Thailand Borong Kendaraan Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Plastik Melejit, Alarm Ketergantungan Impor Kian Nyata
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
El Rumi dan Syifa Hadju Sudah Ajukan Surat Rekomendasi Nikah, Kepala KUA: Sudah Kami Proses
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Putin Undang Prabowo Hadiri Pameran Industri di Rusia 2026
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bawakan "Garis Tangan", Angel Pieters belajar teknik vokal lagi
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Habiburokhman Sebut Polri Tak Alergi Keterbukaan, Pelanggaran Selalu Ditindak
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.