Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Angel Pieters merilis lagu pop terbarunya berjudul "Garis Tangan" pada Selasa melalui label Nocturn Records.
Penyanyi jebolan Idola Cilik itu menceritakan tantangan saat menggarap lagu itu, di mana ia sampai belajar teknik vokal lagi karena ingin menghayati lagu secara mendalam.
"Tantangan saya adalah belajar menyanyi kembali. Belajar menyanyi lagi, bagaimana mengenakkan lagu, bagaimana menghayati lagu," kata Angel saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Baca juga: Angel Pieters rangkum 25 tahun hidupnya lewat album "Satu Per Empat"
Angel mengatakan lagunya tercipta lewat kolaborasi produser musik Martinus Layardo dengan penulis lirik Mo Kamga. Ambram Lembono dan Kitut Sinjingo turut membantu proses produksi tersebut.
Menurut Angel, seluruh pengerjaan lagu tersebut dilalui dalam waktu singkat karena persiapannya untuk berkolaborasi dengan banyak talenta musik profesional.
"Mas Tinus sudah banyak menghasilkan lagu-lagu hits seperti dengan Rossa dan Mahalini. Kalau Kamga, dia penyanyi yang saya gemari juga," kata Angel.
Baca juga: Angel Pieters ceritakan proses remake lagu dan musik video “Cinta”
Lagu "Garis Tangan" mengandung makna tentang refleksi kehidupan. Lagu itu membahas penerimaan manusia terhadap takdir. Angel ingin pendengar menyadari hal-hal di luar kendali manusia.
"Bagi saya, lagu ini maknanya jauh lebih luas. Ini bukan cuma soal takdir dua orang, tapi lebih ke arah kesadaran diri (self-awareness)," ujar Angel.
Lagu itu juga menjadi bentuk penguatan bagi para pejuang kehidupan. Mereka sedang berusaha keras dalam berbagai aspek.
Baca juga: Angel Pieters kembali ke dunia musik dengan personal lebih matang
"Lagu ini sebenarnya ditujukan bagi para pejuang. Mereka yang sedang berjuang melawan garis tangan dalam berbagai aspek kehidupan," tambah Angel.
Henricus dari Artnivora mengerjakan aspek visual lagu itu. Ia menggambar karya seni visual lagu itu secara manual (hand-drawn).
Inspirasi visual lagu itu muncul saat Angel mengunjungi sebuah kuil (temple).
Baca juga: Angel Pieters maknai Hari Kartini sebagai momentum perempuan berjuang
Selain lagu, Angel juga merilis video musik yang diarahkan oleh Reuben Tourino.
Davy Linggar menjadi pengarah sinematografi (DOP), sedangkan Rizza Badudu menyelesaikan penyuntingan (editing) video musik tersebut.
Angel merasa sangat lega dengan peluncuran lagu pop itu, "Saya merasa lahir kembali sebagai seorang musisi".
Lagu "Garis Tangan" tersedia di sejumlah platform musik digital mulai 17 April.
Baca juga: Angel Pieter rilis lagu tentang kegamangan dalam "Bila"
Penyanyi jebolan Idola Cilik itu menceritakan tantangan saat menggarap lagu itu, di mana ia sampai belajar teknik vokal lagi karena ingin menghayati lagu secara mendalam.
"Tantangan saya adalah belajar menyanyi kembali. Belajar menyanyi lagi, bagaimana mengenakkan lagu, bagaimana menghayati lagu," kata Angel saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Baca juga: Angel Pieters rangkum 25 tahun hidupnya lewat album "Satu Per Empat"
Angel mengatakan lagunya tercipta lewat kolaborasi produser musik Martinus Layardo dengan penulis lirik Mo Kamga. Ambram Lembono dan Kitut Sinjingo turut membantu proses produksi tersebut.
Menurut Angel, seluruh pengerjaan lagu tersebut dilalui dalam waktu singkat karena persiapannya untuk berkolaborasi dengan banyak talenta musik profesional.
"Mas Tinus sudah banyak menghasilkan lagu-lagu hits seperti dengan Rossa dan Mahalini. Kalau Kamga, dia penyanyi yang saya gemari juga," kata Angel.
Baca juga: Angel Pieters ceritakan proses remake lagu dan musik video “Cinta”
Lagu "Garis Tangan" mengandung makna tentang refleksi kehidupan. Lagu itu membahas penerimaan manusia terhadap takdir. Angel ingin pendengar menyadari hal-hal di luar kendali manusia.
"Bagi saya, lagu ini maknanya jauh lebih luas. Ini bukan cuma soal takdir dua orang, tapi lebih ke arah kesadaran diri (self-awareness)," ujar Angel.
Lagu itu juga menjadi bentuk penguatan bagi para pejuang kehidupan. Mereka sedang berusaha keras dalam berbagai aspek.
Baca juga: Angel Pieters kembali ke dunia musik dengan personal lebih matang
"Lagu ini sebenarnya ditujukan bagi para pejuang. Mereka yang sedang berjuang melawan garis tangan dalam berbagai aspek kehidupan," tambah Angel.
Henricus dari Artnivora mengerjakan aspek visual lagu itu. Ia menggambar karya seni visual lagu itu secara manual (hand-drawn).
Inspirasi visual lagu itu muncul saat Angel mengunjungi sebuah kuil (temple).
Baca juga: Angel Pieters maknai Hari Kartini sebagai momentum perempuan berjuang
Selain lagu, Angel juga merilis video musik yang diarahkan oleh Reuben Tourino.
Davy Linggar menjadi pengarah sinematografi (DOP), sedangkan Rizza Badudu menyelesaikan penyuntingan (editing) video musik tersebut.
Angel merasa sangat lega dengan peluncuran lagu pop itu, "Saya merasa lahir kembali sebagai seorang musisi".
Lagu "Garis Tangan" tersedia di sejumlah platform musik digital mulai 17 April.
Baca juga: Angel Pieter rilis lagu tentang kegamangan dalam "Bila"





