Penulis: Ain
TVRINews, Kota Banjarmasin
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di Kalimantan Selatan, kompetisi bertajuk Banua Super League resmi digelar untuk pertama kalinya pada Senin, 13 April 2026. Melalui liga ini, para pemain tidak hanya bertanding, tetapi juga ditempa menjadi bibit pesepak bola dengan jam terbang yang lebih terarah.
Sorak-sorai penonton mengiringi langkah para pemain muda saat SSB Tuntung Pandang dan SS Utama Raya memasuki lapangan mini soccer. Sejak awal pertandingan, para pemain usia 10 hingga 12 tahun tampil penuh semangat dan mulai merasakan atmosfer kompetisi yang lebih terstruktur.
Banua Super League hadir sebagai jawaban atas minimnya kompetisi berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Liga ini menggunakan sistem klasemen dengan format satu musim penuh layaknya liga profesional. Penyelenggara bersama para pelatih sepakat menghadirkan kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan jangka panjang.
Koordinator Banua Super League, Rizki, mengatakan liga ini bertujuan menghadirkan kompetisi berkelanjutan agar pemain muda mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding.
“Tujuan liga ini untuk kompetisi berkelanjutan agar anak mendapatkan jam terbang, mengasah mental dan pengalaman bertanding. Sistemnya klasemen dan paruh musim,” jelas Rizki.
Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kompetisi ini, terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni U-10 dengan 8 tim, serta U-11 dan U-12 yang masing-masing diikuti 12 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Kompetisi berlangsung selama satu tahun dengan pertandingan yang digelar setiap dua minggu sekali, memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang, membangun mental, dan kerja sama tim.
Pelatih SSB Tuntung Pandang, Ahmad Zahid, menilai kompetisi ini sangat baik untuk pembinaan sepak bola usia dini karena memungkinkan adanya evaluasi yang berkelanjutan.
“Banua Super League dengan sistem kompetisi full sangat baik untuk pembinaan usia dini. Setiap match anak dievaluasi, pelatih dievaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Harapannya ada liga-liga serupa yang berkelanjutan,” ujar Zahid.
Pada pekan pertama, seluruh tim telah menyelesaikan pertandingan. SSB Tuntung Pandang dari Tanah Laut berhasil meraih tiga poin usai mengalahkan Utama Raya. Kemenangan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pemain muda tersebut.
Melalui Banua Super League, pembinaan sepak bola usia dini di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Liga ini tidak hanya soal menang dan kalah, tetapi juga mengenai proses panjang dalam membentuk bibit unggul yang diharapkan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Editor: Redaktur TVRINews





