Membaca Makna di Balik Pertemuan RI dengan AS dan Rusia

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melakukan manuver diplomasi sejajar dengan mengutus Menteri Pertahanan ke Amerika Serikat (AS) dan kunjungan langsung Prabowo Subianto ke Rusia.

Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah, Mutiara Pertiwi menilai langkah ini sebagai upaya mencari alternatif pasokan energi sekaligus menegaskan independensi politik luar negeri Indonesia.

Ia menyoroti pendekatan ke Moskwa membawa misi simbolik untuk mengamankan jalur logistik di Timur Tengah melalui pengaruh Rusia terhadap Iran.

"Kemungkinan untuk mencari alternatif pasokan energi dan mengirim sinyal posisi Indonesia tidak terikat pada posisi AS dalam krisis politik dunia ini," kata Mutiara kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Bahlil Sebut RI Dapat Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia

Menurut dia, pendekatan terhadap Rusia menjadi langkah simbolik untuk mempersuasi Iran agar akomodatif terkait akses container Indonesia melintas Selat Hormuz.

Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai transparansi dan kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi kerja sama tersebut agar tidak merugikan kepentingan nasional di masa depan.

"Berkaca pada beberapa event sebelumnya, saya terus terang kuatir detail kesepakatannya seperti apa. Persoalannya, seberapa matang dan efektif langkah ini dilakukan, saat ini informasi masih terlalu minim," tuturnya.

Wujud Non Blok

Asisten Profesor dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), James Gulid menyebut dinamika ini sebagai wujud nyata kebijakan non-blok.

Baca juga: Prabowo ke Rusia, Menhan Sjafrie ke AS, Apa Taktik Indonesia?

"Jika AS ingin menawarkan kerja sama pertahanan yang lebih baik, Indonesia akan menerimanya, sembari secara bersamaan berbicara dengan Rusia mengenai keamanan energi," ujar Guild.

US Department of War Amerika Serikat dan Indonesia meresmikan pembentukan kemitraan pertahanan baru yang lebih strategis dalam kungjungan Menhan RI ke Pentagon pada Senin (13/4/2026).

Meski strategis, langkah Indonesia ini bukannya tanpa hambatan.

Di Rusia, kemampuan Moskwa untuk memenuhi permintaan minyak Indonesia diragukan akibat serangan drone Ukraina ke infrastruktur energi mereka dan masalah sanksi Barat.

Di sisi lain, Indonesia juga harus menavigasi kebijakan sanksi AS di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang makin ketat.

Diplomasi dua arah ini dipandang sebagai upaya Indonesia untuk tetap berdaulat.

Baca juga: Vladimir Putin Undang Prabowo ke Rusia Lagi pada Mei dan Juli 2026

Menurut Guild, konsep non-blok sangat berguna, namun tetap memerlukan tujuan strategis dan visi yang jelas agar memberikan hasil yang maksimal bagi kepentingan nasional.

Pertemuan Prabowo dan Putin diselingi Menhan RI Bertamu ke Pentagon

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia melakukan manuver diplomasi bebas aktifnya pekan ini.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Moskwa untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan tingkat tinggi di Markas Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Indonesia menyeimbangkan kepentingan nasional di tengah krisis energi global dan ketegangan geopolitik yang meningkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terima Audiensi NBRI, Menko AHY Tekankan Pentingnya Hilirisasi Mineral Strategis dan Kendaraan Listrik
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Kasus Campak Turun Drastis: Mengapa Imunisasi Tetap Penting Dilanjutkan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Asyik Mancing di Sungai di Buru Selatan, Seorang Warga Diserang Buaya
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pengakuan Mengejutkan Betrand Peto soal Ruben Onsu, Akui Lebih Pilih Dipukul daripada Didiamkan
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Militer Iran Sebut Blokade AS pada Selat Hormuz sebagai Pembajakan
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.