JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Oleh Soleh mengaku Komisi I DPR baru mengetahui dari media bahwa militer Amerika Serikat menginginkan Blanket Overflight atau pemberian izin melintas di wilayah udara Indonesia dalam isi perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
"DPR terutama Komisi 1 ya, kita baru tahu dari media sosial dan media tv dan media-media lainnya," kata Soleh dalam dialog di Kompas Petang, Kompas TV, Selasa (14/4/2026).
"Pada prinsipnya DPR akan menunggu keterangan secara langsung dan tentunya keputusan final yang diambil pemerintah itu sendiri."
Soleh mengatakan, Komisi I DPR tentu akan meminta penjelasan dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengar pendapat.
Meskipun, Soleh meyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menhan pasti akan tetap mmenjaga kedaulatan NKRI.
Baca Juga: Wamendikdasmen Minta Siswa SD Tak Takut Hadapi TKA: Tidak Menentukan Kelulusan
“Pasti dan pasti akan menjaga kedaulatan NKRI, darat, laut, maupun udara. Saya rasa semua sudah komitmen bersama, bagaimana agar kedaulatan ini benar-benar dijaga,” tutur Soleh.
“Tidak boleh satu jengkal pun Tanah Air kita, baik udara maupun laut bisa dikuasai oleh pihak lain dengan kepentingan orang lain. NKRI harus dipertahankan dan dipergunakan seluas-luasnya untuk keutuhan, kedaulatan, serta keamanan dan sekaligus kesejahteraan rakyat Indonesia.”
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membantah telah memberi izin melintas bagi pesawat Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi. Selain itu, Kemhan juga menekankan dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- komisi 1 dpr
- as
- blanket overflight
- as minta blanket overflight
- oleh soleh




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F04%2F10%2F9297be8534630829ff6df04a2596d05c-20260411_OPINI_Intelijen_dan_Paradoks_Kekerasan.jpg)
