TransTRACK Bawa Teknologi Truk Ke Balap Sprint Rally, Loh Kok?

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Deli Serdang: Perusahaan teknologi TransTRACK membuktikan bahwasanya teknologi yang ada di truk bisa digunakan untuk balap mobil. Mereka buktikan melalui penggunaan Rally Tracking System berbasis teknologi lokal yang memungkinkan panitia memantau posisi kendaraan peserta secara real-time setiap detik.
 
Teknologi ini memiliki dasar digitalisasi operasional armada kendaraan. Kemudian dikembangkan menjadi tracker untuk mobil balap dan ditambahkan fitur tombol darurat seperti SOS, OK, Fire, dan Blocked Road yang dapat digunakan oleh pembalap maupun navigator untuk mengirimkan sinyal kondisi darurat secara instan kepada panitia.
 
TransTRACK mencoba teknologi ini pada putaran pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 yang digelar di Komplek Sport Centre Sumut, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 11–12 April 2026. Kehadiran teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas monitoring di lintasan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi insiden selama perlombaan berlangsung.

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menjelaskan pengembangan teknologi ini terus dilakukan sejak pertama kali diperkenalkan pada ajang Sumatera Utara Rally 2024.
 
Baca Juga: Keren, Indonesia Open Gunakan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Operasionalnya
 
“Sejak kami pertama kali memperkenalkan teknologi ini pada 2024, kami terus melakukan pengembangan untuk menjawab kebutuhan industri motorsport yang semakin kompleks. Komitmen kami adalah menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan keselamatan seluruh peserta menjadi prioritas utama,” ujar Anggia melalui keterangan resminya.
 
Dari sisi penyelenggara, Pimpinan Perlombaan Kejurnas Sprint Rally Putaran 1, Poedio Oetojo, menilai perkembangan teknologi monitoring menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan ajang reli.
 
“Aspek keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan olahraga otomotif, karena sifatnya yang berbahaya. Dulu, kami hanya mengandalkan radio point setiap beberapa kilometer untuk melaporkan posisi peserta sehingga jika terjadi kecelakaan di antara titik tersebut, respons tidak bisa dilakukan secara cepat. Dengan adanya tracking system saat ini, panitia dapat memantau pergerakan peserta secara real-time, merespons insiden dengan lebih cepat, serta memastikan peserta mengikuti rute yang telah ditentukan. Ini menjadi kemajuan penting dalam meningkatkan keselamatan dan pengawasan dalam penyelenggaraan reli,” jelas Poedio.
 
Hal serupa juga disampaikan Chief Steward yang ditunjuk oleh IMI Pusat dalam ajang tersebut, Adi Wibowo, di mana teknologi monitoring mampu memberikan data yang lebih akurat bagi penyelenggara maupun peserta.
 
“Monitoring safety dengan teknologi sudah pasti sangat membantu, baik bagi peserta maupun kepanitiaan. Dengan alat tracking ini, seluruh pergerakan peserta dapat dimonitor dan direkam, sehingga data seperti posisi, kecepatan, dan waktu bisa digunakan jika diperlukan. Ini merupakan kemajuan untuk dunia reli di Indonesia,” tambah Adi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKT Marunda Kembali Berbusa, Warga Tetap Memancing di Tengah Limbah
• 23 jam laludetik.com
thumb
Willy Ungkap Tawaran Surya Paloh kepada Prabowo, Ternyata
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Gencatan Senjata AS-Iran: Menyelamatkan Dunia atau Sekadar Jeda?
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
UI Blak-blakan Cara Usut Tuntas Pelecehan Seksual oleh Belasan Mahasiswa Fakultas Hukum
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Putin Undang Prabowo Hadiri Agenda Besar di Kazan Rusia pada Mei–Juli 2026
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.