Lomba Karya Tulis Ilmiah Qur’an MTQ Sulsel: Peserta Angkat Isu Krisis Energi dan Sampah Plastik

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan XXXIV menggelar cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Quran (KTIQ) yang menguji kemampuan akademik sekaligus kepekaan peserta terhadap isu global seperti krisis energi dan lingkungan.

Babak penyisihan lomba ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros pada Selasa, 14 April 2026, dan diikuti oleh 39 peserta putra dan putri dari berbagai kabupaten/kota.

Mirwan Sudarman Rifai, peserta dari Luwu Timur, memilih tema pemanfaatan energi dalam perspektif Al-Qur’an. Ia menilai krisis energi saat ini sebagai persoalan krusial yang perlu dikaji lebih mendalam.

“Secara realita, hari ini kita krisis energi, sehingga penting untuk dibahas dan dikaji lebih dalam,” katanya.

Dalam karya tulisnya, Mirwan mengaitkan konsep energi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, termasuk sumber energi seperti air, matahari, angin, dan bioenergi.

“Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan beberapa sumber energi seperti air, matahari, angin, dan bioenergi, Sehingga karya tulis ilmiah kami, menjelaskan hal tersebut,” jelasnya.

Dia juga mempersiapkan diri dengan membaca kitab-kitab kuning, jurnal terkini, serta mengikuti perkembangan geopolitik global.

“Juga dengan membaca jurnal-jurnal terkini, serta melihat geopolitik luar negeri yang terjadi saat ini,” pungkas alumni S1 Al-Azhar Kairo ini.

Sementara itu, Bayu Andika Mulawarman dari Kabupaten Takalar mengangkat tema lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik yang menjadi perhatian global dan berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi.

“Judulnya solusi Alquran terhadap krisis sampah plastik di Indonesia,” katanya.

Bayu menegaskan pentingnya isu ini karena Indonesia menempati peringkat ketiga penghasil limbah plastik terbanyak di dunia.

“Indonesia juga peringkat ketiga penghasil limbah plastik terbanyak di dunia, jadi ini penting untuk dibahas,” beber alumnus Pondok Pesantren Tahfizul Quran Al-Imam Al-Jazari Takalar tersebut.

Dia juga mempersiapkan diri melalui training center selama satu minggu bersama kafilah Takalar sebelum berlaga dalam MTQ tingkat Provinsi Sulsel.

Prof Dr H A Marjuni, Dewan Hakim Majelis Cabang KTIQ sekaligus dosen UIN Alauddin, menyampaikan bahwa babak penyisihan diikuti oleh 20 peserta putra dari 24 kabupaten/kota dan 19 peserta putri. Beberapa daerah tidak mengirimkan utusan.

“Jadi ada beberapa daerah yang tidak mengirimkan utusan,” jelasnya.

Dalam penilaian, dewan hakim memperhatikan bobot materi, mutu kerangka berpikir, epistemologi penulisan, kualitas karya, serta strategi membuat tulisan naratif yang sesuai dengan tema pokok yang diberikan oleh Kementerian Agama Pusat, yaitu pelestarian lingkungan dan kerukunan antar umat beragama.

“Termasuk adalah bobot materi, terus mutu kerangka berpikir, bagaimana epistemologi dalam penulisan karya ilmiah, dan bagaimana mutu terhadap kualitas yang dilakukan. Serta bagaimana strategi membuat tulisan naratif yang sesuai dengan tema pokok. Karena ada dua tema pokok yang diberikan oleh Kementerian Agama Pusat. Pertama tentang masalah pelestarian lingkungan, terus yang kedua kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Peserta diberi waktu pengerjaan dari pukul 08.00 hingga 17.00 Wita dan diwajibkan menyusun makalah sepanjang 10 hingga 12 halaman dengan karakter font 12, spasi 1,5, dan margin 4-4-3-3.

“Dengan karakter font 12, spasi 1,5 dan margin itu 4-4-3-3,” terangnya.

Babak penyisihan ini akan menyeleksi peserta untuk melaju ke babak semifinal yang diikuti delapan peserta putra dan delapan peserta putri, kemudian final diikuti oleh empat peserta.

“Jadi penyisihan diikuti oleh seluruh peserta, terus nanti di babak semifinal itu diikuti delapan peserta. Masing-masing delapan dari laki-laki, delapan dari perempuan. Terus nanti di final itu diikuti oleh empat peserta,” pungkasnya.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, turut memantau langsung jalannya lomba KTIQ ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kemampuan peserta dalam bidang keilmuan dan keagamaan. (rin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhaj soal ‘War Tiket’ Haji: Bila Terlalu Prematur, Kita Tutup Dulu Wacananya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Susah Payah Ukir Sejarah di V League Musim Ini, Tim Termuda di Liga Voli Korea Ini Malah Terancam Dibubarkan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Bos Danantara Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti Efektif Bagi Program PSEL
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 213 Hari Ini Selasa 14 April 2026: Bimo Diculik Misterius, Muti Histeris Minta Tolong di Pinggir Jalan
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bursa Asia Menguat, Harapan Damai AS-Iran Redakan Lonjakan Minyak
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.