Korban Pelecehan Seksual FH Ul Bisa Alami Trauma Hingga Depresi

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan kasus pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menjadi sorotan. Selain aspek hukum, dampak psikologis yang dialami korban dinilai serius dan tidak bisa dianggap sepele.

Guru besar psikologi Ul, Prof Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa korban pelecehan seksual umumnya mengalami rasa tidak nyaman dan trauma. Pengalaman menjadi korban pelecehan tersebut turut memengaruhi gambaran diri atau konsep diri korban.

Baca Juga
  • Skandal Chat Pelecehan Seksual FH UI, Pelaku Disebut Kehilangan Empati dan Kontrol Diri
  • Pelecehan Seksual di FH UI, Kampus Dinilai Gagal Jadi Ruang Aman
  • Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI

"Dampaknya bagi orang yang dibicarakan itu pasti tidak nyaman. Ini juga berdampak pada bagaimana orang itu mempersiapkan dirinya nantinya," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Selasa (14/4/2026).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

.rec-desc {padding: 7px !important;}

 

Selain itu, korban juga berpotensi mengalami penurunan kepercayaan diri dan dihantui rasa takut. Menurut Prof Rose, ketakutan akan kembali menjadi bahan pembicaraan orang lain dapat memicu kecemasan berkepanjangan. Kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik, dapat berkembang menjadi stres kronis serta depresi.

"Korban sering merasa cemas karena takut dibicarakan lagi atau dinilai oleh orang lain. Lama-kelamaan, stres tersebut bisa berkembang menjadi depresi dan akhirnya bisa macam-macam," ujar Rose.

Dalam beberapa kasus, lanjut Prof Rose, korban juga sering kali memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup.

Untuk itu, Prof Rose menekankan pentingnya pendampingan psikologis untuk membantu memulihkan mental korban. Selain oleh profesional, dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat diperlukan karena bangkit dari trauma membutuhkan proses yang tidak instan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog minta petani jual gabah sesuai usia panen demi kualitas CBP
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pujian Setinggi Langit Media Vietnam untuk Timnas Indonesia U17 usai Menang Telak Lawan Timor Leste
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Roblox Perketat Perlindungan Anak, Fitur Chat Harus dengan Persetujuan Orang Tua
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
AS Mulai Blokade Selat Hormuz, China Bakal Umumkan Kabar Genting
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Shell Angkat Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur dan Country Chair Indonesia
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.