JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori atau akrab disapa Ibas (43), kembali menghadirkan inovasi setelah sebelumnya memasang empat gerbang dengan akses digital.
Kali ini, ia memfasilitasi pengamanan tambahan bagi warganya dengan menyediakan alat pendeteksi lokasi atau GPS untuk mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lingkungannya.
Ibas menjelaskan, perangkat GPS tersebut diberikan kepada warga yang terdaftar.
Baca juga: 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Punya Jabatan di Organisasi Kampus
“Jadi kami berikan ke masing-masing KK untuk satu motor. Tapi enggak mengakomodir semua sih, setidaknya ini bagian upaya kita untuk mencegah,” kata Ibas ditemui di kediamannya, Selasa (14/4/2026).
Ia menuturkan, pengadaan GPS ini menggunakan dana operasional RT yang ia terima sebesar Rp 2,5 juta. Satu alat pendeteksi lokasi dibeli dengan harga berkisar antara Rp 350.000 hingga Rp 400.000.
Menurut dia, langkah ini diambil untuk menambah lapisan keamanan, mengingat maraknya kasus curanmor di Jakarta Selatan.
“Klaster luarnya itu gerbang. Nah klaster masuk rumah ya ini GPS, program lanjutan untuk antisipasi pencegahan curanmor,” kata dia.
Dengan alat tersebut, warga dapat melacak keberadaan sepeda motor mereka selama perangkat nirkabel itu terpasang.
Setelah satu bulan penerapan gerbang akses digital, Ibas mengklaim terjadi penurunan kebisingan dari kendaraan bermotor yang melintas di gang tersebut.
Ia berharap, dengan sistem pengamanan berlapis ini, warga dapat beristirahat lebih tenang tanpa gangguan keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Berbahaya, Picu Konflik dan Politisasi
Ke depan, ia juga menargetkan pemanfaatan dana operasional RT untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Saya kepikirannya bikin EO (event organizer) karena kan suka ada yang bikin hajatan. Tapi ini masih rencana, belum pasti,” ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Imam Basori, menerapkan inovasi baru untuk memberikan keamanan warganya dari ancaman tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dia menggunakan dana operasional yang didapat dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk Ketua RT untuk membeli seluruh alat termasuk mesin tap kartu dan besi pagar.
“Jadi semua mandiri. Kami ngegergaji sendiri, motong sendiri, ngelas sendiri. Jadi semuanya tidak menggunakan vendor, tidak menggunakan jasa kontraktor khusus yang profesional,” ungkap Ibas saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Gerbang ini ditutup sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.30 WIB dengan penjaga yang ditugaskan secara bergantian. Setiap rumah dibekali satu kartu akses yang bisa digunakan.
Baca juga: Warga yang Disebut Ditabrak Mobil Polisi Ternyata Jatuh karena Lemparan Batu Tawuran
Ibas berharap, seluruh lingkungan RW 7 dapat terkoneksi dengan gerbang ini untuk meningkatkan keamanan warga sekitar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




