VIVA – China menepis laporan intelijen Amerika Serikat telah memasok senjata ke Iran, dengan mengatakan klaim tersebut "sepenuhnya dibuat-buat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun pada hari Selasa.
Komentarnya muncul setelah laporan menunjukkan China telah menyediakan peralatan militer ke Iran.
CNN melaporkan pada Jumat malam bahwa intelijen AS mengindikasikan Beijing sedang bersiap untuk mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa minggu ke depan.
Guo mengatakan China secara konsisten mengadopsi pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor militer, dengan kontrol ketat berdasarkan hukum domestik dan kewajiban internasional.
"Kami menentang fitnah yang tidak berdasar atau asosiasi jahat," katanya pada konferensi pers.
Sebelumnya, Intelijen AS menuduh China tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara mereka kepada Iran, dan dianggap menjadi langkah provokatif, padahal Beijing mengatakan telah membantu menginisiasi kesepakatan gencatan senjata.
Informasi intelijen tersebut juga menggarisbawahi kemungkinan Iran menggunakan gencatan senjata sebagai kesempatan untuk mengisi kembali sistem persenjataan mereka dengan bantuan mitra.
AS juga mengendus Beijing mengirimkan senjatanya melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal sebenarnya.





