Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berlangsung di Islamabad, Pakistan, dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan SBY saat memberikan sambutan dalam agenda Supermentor 28 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di The St. Regis Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.
“Mudah-mudahan yang sekarang sedang berlangsung di Islamabad Pakistan antara delegasi Amerika dan delegasi Iran itu bisa menghasilkan kesepakatan, deal to end the war,” ujar SBY.
Menurut dia, konflik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah akan berdampak luas terhadap seluruh negara, terutama dari sisi ekonomi global. Ia mengingatkan bahwa ketidakstabilan geopolitik berpotensi memicu gangguan serius terhadap perekonomian dunia.
“Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena. Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia,” tegasnya.
SBY juga menekankan bahwa tidak ada solusi instan dalam mencapai kesepakatan damai. Proses negosiasi, kata dia, membutuhkan kompromi dari masing-masing pihak yang terlibat.
Baca Juga
- Militer Iran Sebut Blokade AS pada Selat Hormuz sebagai Pembajakan
- Harga Minyak Global Mendingin, Sinyal Dialog AS-Iran Mampu Redam Risiko
- Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz usai Terapkan Blokade
"Memang semua tahu tidak ada resep yang ajaib untuk sebuah deal, kesepakatan; perlu ada take and give, compromise, kesediaan untuk mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding,” jelasnya.
Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa bahkan jika kesepakatan damai berhasil dicapai dalam waktu dekat, pemulihan ekonomi global tidak akan terjadi secara instan.
“Kalau perang berakhir today, kalau deal bisa dicapai di Islamabad tidak berarti kita sudah kembali normal. Perlu waktu sekian bulan to stabilize, to normalize our global economy. Apalagi kalau tidak, bisa dibayangkan,” pungkasnya.





