JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi memenuhi panggilan pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Selasa (14/4/2026), terkait pernyataannya yang menyinggung keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkotika.
Anggota Fraksi PKS DPR RI itu tiba di hadapan MKD dengan mengenakan setelan jas hitam dan kopiah hitam.
Dia sempat menyapa awak media sebelum memasuki ruang pemeriksaan.
“Assalamu’alaikum ,” sapa Aboe Bakar, Selasa (14/4/2026).
Saat ditanya mengenai agenda kedatangannya, dia menyebut hanya memenuhi undangan dari MKD.
Baca juga: MKD DPR Panggil Politisi PKS Aboe Bakar Soal Tudingan Ulama Terlibat Narkoba di Madura
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=MKD DPR, Habib Aboe Bakar, Narkotika Madura, Ulama Pesantren&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wNC8xNC8xMzA3NDQzMS9hYm9lLWJha2FyLXBrcy1wZW51aGktcGFuZ2dpbGFuLW1rZC1zb2FsLXR1ZGluZ2FuLXVsYW1hLXRlcmxpYmF0LW5hcmtvYmE=&q=Aboe Bakar PKS Penuhi Panggilan MKD soal Tudingan Ulama Terlibat Narkoba§ion=Nasional'
var xhr = new XMLHttpRequest();
xhr.addEventListener("readystatechange", function() {
if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {
if (this.responseText != '') {
const response = JSON.parse(this.responseText);
if (response.url && response.judul && response.thumbnail) {
const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`;
document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString;
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
}
});
xhr.open("GET", endpoint);
xhr.send();
“Saya diundang aja ,” kata dia.
Ketika dikonfirmasi apakah kehadirannya terkait pemanggilan, Aboe Bakar membenarkannya dan meminta doa agar agenda tersebut berjalan lancar.
“Iya,” ujar dia singkat.
“Insyaallah lancar semua ya,” pungkasnya.
Sebelumnya, MKD DPR RI memanggil Aboe Bakar untuk memberikan keterangan atas pernyataannya yang menjadi sorotan publik.
Ketua MKD DPR RI Nasaruddin Dek Gam membenarkan adanya surat undangan tersebut.
“Kayaknya sudah (tersampaikan undangannya). Info yang saya dapat beliau besok hadir jam 12.00 WIB,” kata Nasaruddin saat dihubungi, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Benarkah Haji Her Terlibat Kasus Bea Cukai? Begini Penjelasan KPK Usai Periksa Crazy Rich Madura
Dalam surat bernomor 148/PW.09/05/2026 tertanggal 13 April 2026, MKD mengundang Aboe Bakar untuk hadir pada Selasa (14/4/2026).
Surat itu menyebut pemanggilan dilakukan karena maraknya pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/
function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){
var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){
entires.forEach(function(entry) {
if(entry.intersectionRatio > 0){
showAds(entry.target)
}
});
}, {
threshold: 0
});
observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot));
function showAds(element){
console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot);
observerAds.unobserve(element);
observerAds.disconnect();
googletag.cmd.push(function() {
var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot)
.setTargeting('Pos',[posName])
.setTargeting('kg_pos',[posName_kg])
.addService(googletag.pubads());
googletag.display(divGptSlot);
googletag.pubads().refresh([slotOsm]);
});
}
}
“Sehubungan dengan maraknya pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat terkait pernyataan Saudara tentang keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba,” demikian bunyi surat tersebut.