Ratusan Kapal Nelayan Disebut Terdampak Aktivitas Proyek di Muara Cakung Drain

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan kapal nelayan terdampak proyek pembangunan di area Muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, yang dinilai mengganggu akses keluar-masuk kapal, Selasa (14/4/2026).

Jumlah tersebut disampaikan nelayan setempat, Edy Kurniawan, saat aksi parade kapal yang diikuti puluhan nelayan di sekitar area proyek pemasangan tiang pancang New Priok Eastern Access (NPEA) dan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda.

“Kira-kira dibilang terdampak hampir ada 300 sampai 350 kapal,” ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.

Baca juga: Ancol Rombak Susunan Komisaris dan Direksi Usai RUPS

Ia menjelaskan, nelayan sebenarnya masih dapat melaut. Namun, akses jalur menjadi kendala utama akibat proyek tersebut.

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Sejumlah nelayan di muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara melakukan parade kapal sebagai bentuk protes terhadap pembangunan di sekitar muara tersebut pada Selasa (14/4/2026)
“Kalau misalkan dari yang pembangunan reklamasi ini agak sulit gitu ya untuk nelayan. Kalau ditanya masih bisa melaut, bisa. Cuma akses jalan keluar masuk kita sebenarnya yang susah,” ucapnya.

Nelayan lain, Casmadi (54), menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada keselamatan saat melintas di perairan.

“Kalau ada ombak sudah enggak gagal pasti kena tiang itu. Pasti itu,” tuturnya kepada Kompas.com, Selasa.

Akibat pengerjaan proyek tersebut, ia mengungkapkan adanya penurunan pendapatan yang signifikan.

"Sangat-sangat signifikan. Yang biasa Rp 1 Juta dapat Rp 500.000 atau Rp 600.000 itu semuanya bukan per orang. Kalau dapat Rp 1 juta saja sudah untung banget itu," katanya.

Baca juga: Air PAM di Rawa Buaya Jakbar Hanya Mengalir Tengah Malam, Ini Penjelasan PAM Jaya

Ia berharap agar akses jalur kapal dapat diperlebar agar aktivitas melaut tetap aman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Intinya dilebarin saja jaraknya. Kasih akses yang nyaman lah,” tambahnya.

Kompas.com telah berupaya meminta tanggapan pihak Pelindo, PT KCN dan PT PP sebagai pengelola proyek. Namun, hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Karyawan Ashanty Pilih Tak Mau Dijenguk Anak Lagi Selama di Penjara: Aku Enggak Siap
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Purbaya Temui Investor AS di New York, Paparkan Strategi Fiskal dan Kekuatan Ekonomi RI
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ketidakpastian Geopolitik Masih Tinggi, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.127 per USD
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Airlangga Tegaskan Indonesia Tak Langgar Aturan, Strategi Hadapi Investigasi Section 301 Mulai Dijalankan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Rilis Single Terbaru, Dee Lestari Merangkai Dinamika Cinta Melalui “Kabarku”
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.