VIVA – Tingkah Alejandro Garnacho di media sosial kembali jadi sorotan. Winger muda asal Argentina itu memicu kehebohan setelah mengunggah konten yang berkaitan dengan mantan klubnya, Manchester United.
Padahal, Garnacho kini sudah berseragam Chelsea FC usai hengkang dari Old Trafford musim panas lalu. Kepindahannya tak lepas dari konflik panjang dengan mantan pelatih Ruben Amorim, yang memintanya mencari klub baru di akhir musim.
Ironisnya, sebelum cabut, performa Garnacho sebenarnya cukup solid. Ia mencatatkan 11 gol dan 10 assist di musim terakhirnya bersama MU. Namun, situasi memanas setelah dirinya dicoret dalam laga kekalahan di Liga Europa—keputusan yang sempat ia kritik secara terbuka.
Bersama Chelsea, performanya belum sepenuhnya stabil. Dari total penampilan musim ini, Garnacho baru mencatat delapan gol dan empat assist di semua kompetisi. Ia juga kesulitan mengunci tempat utama di bawah asuhan Liam Rosenior.
Puncaknya terjadi usai ia kembali hanya jadi pemain cadangan saat Chelsea menghadapi Manchester City. Tak lama setelah itu, Garnacho menghapus foto profil Instagram-nya dan menghilangkan konten terkait Chelsea di TikTok.
Namun yang paling memancing reaksi adalah unggahan ulang (repost) dua video TikTok bernuansa nostalgia masa-masanya di Manchester United. Video tersebut bertuliskan “viva Garnacho” dan “bring back 23/24 Garna”, yang ia bagikan pada Selasa dini hari.
Aksi ini langsung memicu spekulasi soal ketidakbahagiaannya di Stamford Bridge.
Menariknya, beberapa hari sebelumnya Garnacho justru sempat melontarkan pernyataan positif soal MU. Ia mengaku masih menyimpan kenangan indah bersama klub yang membesarkan namanya itu.
“Mungkin iya, karena saya mencintai klub itu. Mereka memberi saya kepercayaan sejak awal,” ujar Garnacho.
“Dari Spanyol dibawa ke akademi, lalu ke tim utama. Empat atau lima tahun yang luar biasa, penuh cinta dari semua orang. Dari fans, stadion, semuanya sangat baik. Saya hanya punya kenangan indah tentang Manchester United,” lanjutnya.
Meski begitu, ia juga jujur mengakui ada kesalahan dalam sikapnya di akhir masa kebersamaan dengan Setan Merah.
“Saya ingat enam bulan terakhir saya tidak bermain seperti sebelumnya, lebih sering di bangku cadangan. Itu bukan hal buruk sebenarnya.”




