Pemerintah Luncurkan Kebijakan Label Gizi Nutri-level untuk Tekan Risiko Penyakit Tidak Menular

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah resmi meluncurkan kebijakan pencantuman label gizi bernama Nutri-level di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026 untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami konsumsi makanan dan minuman sehat sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular.

Kebijakan ini berfokus pada pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih yang selama ini menjadi penyebab utama penyakit dengan tingkat kematian dan biaya tinggi di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kebijakan tersebut melengkapi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berfungsi sebagai sarana edukasi agar masyarakat dapat memilih makanan sesuai kebutuhan nutrisi.

Ia mengungkapkan, "Risetnya sudah banyak di seluruh dunia, standarnya juga WHO juga sudah kasih. Beban-beban penyakit ini yang besar, daripada kita mengobatinya sesudah sakit, lebih baik kita mencegah agar tetap sehat. Dan bagaimana cara mencegah? Itu tadi, kita harus mengatur konsumsi makan kita, terutama gula garam lemak."

Dampak Konsumsi Berlebih dan Beban Pembiayaan

Budi menyebutkan hasil program CKG menunjukkan angka diabetes pada anak cukup tinggi meskipun tidak dirinci secara pasti.

Ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena anak-anak semestinya terbebas dari penyakit kronis seperti diabetes.

Beban pembiayaan kesehatan akibat penyakit terkait konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih seperti hipertensi dan diabetes mencapai sekitar Rp 50 triliun yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Pemerintah berharap kebijakan Nutri-level dapat memicu gerakan hidup sehat di tengah masyarakat melalui pendekatan berbasis gaya hidup.

Strategi Pendekatan Gaya Hidup dan Masa Transisi

Budi menilai pendekatan berbasis tren dan gaya hidup lebih efektif dibandingkan program yang bersifat memaksa dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Tiba-tiba lari itu jadi FOMO (fear of missing out) aja. Jadi cool, jadi gaya, jadi keren. Nah, kita lihat kalau program kesehatan itu pendekatannya lebih ke gerakan, lebih cool, lebih gaya, lebih lifestyle, lebih keren, itu adopsinya jauh lebih baik dibandingkan kita paksa sebagai program."

Ia juga mencontohkan perubahan tren konsumsi kopi yang kini beralih dari minuman dengan gula atau susu menjadi tanpa gula seperti espresso atau americano.

Implementasi kebijakan bagi industri saat ini masih dalam masa transisi selama satu hingga dua tahun.

Pada masa tersebut, pelaku industri diminta mencantumkan label Nutri-level secara mandiri sebelum nantinya diwajibkan secara bertahap.

Ia menegaskan, "Sekarang, untuk sementara kita ada masa transisi, nantinya pencantuman nutri-level ini masih kita minta mereka lakukan sendiri. Nanti secara bertahap akan kita wajibkan, mereka harus lakukan."

Kebijakan ini dikoordinasikan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan serta melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BPJS Kesehatan, dan Otoritas Jasa Keuangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40%
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sentimen Domestik Lemah,Rupiah Turun Tipis ke Level Rp 17.130, IHSG Menguat ke 7.598
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
BMKG: Cuaca Jawa Timur Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, Waspadai Hujan Petir
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Evaluasi Menyeluruh, Kapolda Riau Rotasi Besar-besaran Perkuat Perang Lawan Narkoba
• 10 jam laludetik.com
thumb
Transkon Jaya (TRJA) Tambah Lini Usaha Angkutan, Bidik Peluang Kawasan Industri
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.