Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40%

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Aktivitas Terminal Kendaraan di Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/12/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingginya harga kendaraan di Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah lesunya pasar otomotif nasional. Salah satu faktor utama yang disorot adalah besarnya komponen pajak dalam harga jual kendaraan.

Kondisi ini dinilai ikut menekan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan industri otomotif dalam negeri, termasuk di era elektrifikasi.


Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi mengungkapkan bahwa struktur harga kendaraan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beban pajak yang tinggi.

Baca: Purbaya Bakal Revisi Aturan Restitusi, Rencana Berlaku per 1 Mei 2026

"Kalau kita lihat harga produk otomotif kita itu 40% nya tax ya sisanya barang," ujar Agus dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026).

Kondisi tersebut membuat harga kendaraan di Indonesia menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan negara lain yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi.

"Jadi bapak bisa bayangkan gak aneh ya kita orang Indonesia dengan GDP kira-kira 5000 dolar, beli mobil lebih mahal daripada orang Jepang," katanya.

Agus menilai, kendaraan seharusnya menjadi alat produktivitas ekonomi, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan kebijakan fiskal perlu diubah agar lebih mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita pajakin terlalu besar daya beli turun, ekonomi turun," ungkapnya.

Baca: Freeport Setor Pajak, Royalti Cs ke Negara Hampir Rp70 Triliun di 2025

Pemerintah perlu menggeser paradigma dari pengenaan pajak tinggi menjadi pemberian stimulus. Langkah tersebut diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan volume produksi.

"Makanya kami mengusulkan untuk mendorong market, memang tax ini harus dirubah menjadi stimulus ataupun insentif mindset supaya ekonominya tumbuh," jelas Agus.

Ia juga menyoroti bahwa ukuran kebijakan tidak seharusnya hanya berbasis persentase, melainkan nilai absolut yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pendekatan yang keliru dapat membuat ekonomi justru tidak bergerak optimal.

"Jadi ini adalah cara yang paling cepat untuk mendorong ekonomi supaya berputar," sebutnya.

Foto: Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026).


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harga Bbm Naik, Warga Thailand Borong Kendaraan Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Bakal Atur Lebih Rinci Skema Naming Rights Halte, Tidak Boleh Ganggu Keindahan Kota
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Lompat 2,14% ke Level 7.660 Ditopang Saham Bluechip dan Konglo
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Simak Potret Aktor Lee Kwang Soo Jadi Villain di Drakor Baru Gold Land
• 5 menit lalubeautynesia.id
thumb
Video: Setelah Kunjungan ke Rusia, Prabowo Langsung ke Prancis
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menimipas Buka WCPP 2026 di Bali, Dorong Transformasi Keadilan Restoratif Global
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.