Bahlil Beberkan 3 Poin Kerja Sama yang Ditawarkan ke Vladimir Putin

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah akan terus mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas agar segera terealisasi.

Bahlil Beberkan 3 Poin Kerja Sama yang Ditawarkan ke Vladimir Putin (FOTO:iNews Media Group)

DXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap 3 poin kerja sama jangan ditawarkan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjunganya ke Rusia. 

Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas agar segera terealisasi. Langkah ini mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

"Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026). 

Dia menjelaskan gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Sementara untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah terus mencari langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.

Baca Juga:
Berbagi Kebaikan, Mandiri (BMRI) Gelar Donor Darah Massal bagi 2.800 Pendonor

Bahlil mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dan Vladimir Putin ini untuk membahas kerja sama energi secara konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Dengan fokus utama kerja sama mencakup upaya menjamin pasokan energi serta mendorong investasi di sektor energi.

"Kunjungan ini jadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional," kaya Bahlil. 

Presiden Prabowo Subianto sendiri menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia di sektor energi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, terlebih dalam menghadapi gejolak geopolitik di dunia.

"Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi. Sekali lagi saya terima kasih, diterima dalam waktu yang begitu singkat," ujar Presiden Prabowo ketika bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moscow.

Sementara itu, Presiden Putin menegaskan bahwa peluang kerja sama antara Rusia dan Indonesia selalu mengutamakan sektor-sektor strategis, terutama di sektor energi.

"Kedua negara bekerja sama secara sangat erat, berinteraksi dengan sangat baik di berbagai forum internasional. Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita," katanya.


(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Uji Kelayakan Kadishub Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Soroti Ego Sektoral
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
• 10 jam laludisway.id
thumb
Gebrakan, Nissan Juke Hidup Kembali Pada 2027
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Taksir Kerugian Serangan AS–Israel Capai 270 Miliar Dolar AS
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ada Lonjakan Belanja, APBN Sulsel Defisit Rp6,07 Triliun Awal 2026
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.