JAKARTA, KOMPAS.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak yang kurang gizi.
Arah baru MBG ini merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto. Anak dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi prioritas penerima.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo Minta MBG Fokus untuk Anak Kurang Gizi, Bukan Keluarga Mampu
Seturut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, 7,8 juta anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.
Fenomena ini menempatkan Indonesia dalam lima besar negara dengan masalah gizi tertinggi.
Namun, terjadi penurunan prevalensi stunting menjadi sekitar 19,8 persen pada tahun 2024.
Prevalensi tengkes yang berada di bawah 20 persen ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.
"Kebijakan BGN 2026 disesuikan dengan intruksi presiden tersebut, yaitu peningkatan kualitas layanan dan efektivitas program," kata Dadan kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Prabowo Minta MBG Fokus untuk Anak Kurang Gizi, Pengamat: Langkah yang Tepat
Siapkan tim
Adapun untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap, pihaknya tengah membuat tim untuk memilah penerima.
Tujuannya satu, membuat program terdistribusi tepat sasaran.
Tim tersebut diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Tim ini kata Nanik, mulai bekerja pada awal pekan depan dengan survei pertama di wilayah DKI Jakarta.
"Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta (DKI) untuk menyisir penerima manfaat," ucap Nanik kepada Kompas.com.
Baca juga: Prabowo Ingin MBG Fokus Ke Anak Kurang Gizi, Pengamat Sebut Data PIP Bisa Jadi Patokan
Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.
Oleh karenanya, ia pun berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk untuk pertukaran data penerima manfaat.