JAKARTA - Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan jalur 6,7, dan 8 dimulai Rabu, 15 April 2026. Pengerjaan tersebut akan rampung dalam 90 hari, dan sudah bisa mendukung operasional KRL.
Terutama kereta stamformasi 12 (SF12). Sebelumnya, di jalur-jalur ini secara maksimal hanya melayani Commuter Line SF10.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan pada pekerjaan pengembangan infrastruktur jalur rel ini, jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup sementara untuk layanan naik-turun pengguna.
“Selama periode pekerjaan mulai besok 15 April 2026 (hari ini, red), pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” kata Karina lewat keterangan tertulis.
KAI Commuter juga akan membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara untuk memudahkan perpindahan penumpang dari pintu masuk sisi barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 2, 3, 4 dan 5.
Akses keluar masuk untuk tap in/out di hall barat stasiun nantinya juga akan diatur secara situasional jika terjadi antrean di jam sibuk. Pengguna dari sisi selatan Stasiun juga bisa menggunakan JPO Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron pemberangkatan Commuter Line.
Lebih lanjut, Karina menyampaikan bahwa selama penutupan jalur 6, 7 dan 8 ini terdapat penyesuaian jadwal keberangkatan atau kedatangan pada 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554271/original/056398400_1776064966-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_14.16.52.jpeg)


