Georgia: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tengah mengupayakan kesepakatan besar dengan Iran alih-alih perjanjian terbatas.
Berbicara dalam sebuah acara di negara bagian Georgia pada Selasa, Vance menyebut negosiasi yang sedang berlangsung merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, di tengah gencatan senjata rapuh yang telah bertahan hampir sepekan.
“Apa yang menarik adalah kita memiliki gencatan senjata yang sedang berlangsung. Saya pikir sekarang sudah berjalan enam atau tujuh hari. Dan gencatan senjata itu masih bertahan,” ujarnya, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 15 April 2026. AS Tawarkan Normalisasi Vance menegaskan bahwa Trump tidak ingin membuat “kesepakatan kecil”, melainkan kesepakatan menyeluruh yang mencakup perubahan perilaku Iran di tingkat global.
“Ia ingin membuat kesepakatan besar. Pada dasarnya yang ditawarkan kepada Iran sangat sederhana… jika Anda bersedia bertindak seperti negara normal, kami siap memperlakukan Anda secara ekonomi seperti negara normal,” kata Vance.
Namun, ia mengakui bahwa kesepakatan final belum tercapai. Salah satu hambatan utama adalah tuntutan keras Washington agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
“Kesepakatan belum tercapai karena presiden benar-benar menginginkan perjanjian di mana Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tambahnya. Negosiasi Berlanjut di Tengah Ketidakpercayaan Upaya diplomatik ini sebelumnya menemui kebuntuan setelah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu.
Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri konflik antara AS dan Israel dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang telah menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata dua pekan.
Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang mengancam stabilitas kawasan, sementara Teheran menegaskan program nuklirnya bersifat damai dan membantah tuduhan tersebut.
Vance mengakui adanya tingkat ketidakpercayaan yang tinggi antara kedua negara, yang membuat proses negosiasi menjadi kompleks.
“Anda tidak bisa menyelesaikan masalah ini dalam semalam. Tapi saya pikir pihak yang kami hadapi ingin mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Vance menegaskan bahwa Washington akan terus melanjutkan perundingan dengan itikad baik, seraya menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan yang tercapai nantinya akan berdampak positif secara global.
“Kami akan terus bernegosiasi dan mencoba mewujudkannya, karena itu akan baik untuk dunia, baik untuk negara kami, dan baik untuk semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Presiden Trump menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Iran berpotensi kembali dilanjutkan dalam waktu dekat, bahkan bisa dimulai kembali di Pakistan dalam dua hari ke depan.
Baca juga: Trump Sebut Pembicaraan Damai AS-Iran Bisa Dilanjutkan Dua Hari ke Depan




