Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dijadwalkan melakukan kunjungan diplomatik ke Arab Saudi dan Turki di tengah munculnya peluang dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kunjungan tersebut berlangsung ketika sejumlah pihak tengah mendorong kelanjutan dialog antara Washington dan Teheran setelah perundingan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.
Dilansir dari Al-Jazeera, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengatakan Sharif telah menyampaikan perkembangan upaya diplomasi Islamabad untuk mendorong pembicaraan lanjutan antara kedua negara.
Sharif dijadwalkan bertemu para pemimpin di Riyadh dan Ankara guna membahas stabilitas kawasan serta dukungan terhadap proses negosiasi tersebut.
Sebuah laporan yang belum terkonfirmasi pada Senin (13/4/2026), menyebutkan bahwa negosiasi jalur belakang untuk membuka kembali pembicaraan damai tengah berlangsung.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga tercermin dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta United Nations pada Selasa (14/4/2026), yang menunjukkan adanya dukungan terhadap langkah diplomatik Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Baca Juga
- Serba-serbi Gencatan Senjata AS-Iran, 10 Tuntutan Dikabulkan hingga Mediasi Pakistan
- Militer Iran Sebut Blokade AS pada Selat Hormuz sebagai Pembajakan
- Pertumbuhan Global Dihantui Perang Timur Tengah, IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi 2026
Optimisme tersebut muncul meski pertemuan tatap muka selama 21 jam yang melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.
Trump bahkan menyebut, dalam wawancara dengan New York Post, kemungkinan pembicaraan baru dapat dimulai kembali dalam waktu dekat.
“Pembicaraan baru dengan Iran bisa saja terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Trump, sembari menyebut Pakistan berpotensi kembali menjadi lokasi pertemuan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menilai upaya diplomasi perlu terus dilanjutkan.
“Konflik yang kompleks seperti perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu putaran negosiasi,” kata Guterres.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, ketegangan di kawasan tetap tinggi setelah Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Teheran juga membatasi akses di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia serta meningkatkan tekanan terhadap upaya diplomasi yang tengah berlangsung.
Kunjungan Sharif ke Arab Saudi dan Turki pun dipandang sebagai bagian dari strategi diplomasi Pakistan untuk menjaga momentum dialog dan mendorong tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.





