Mengenakan kain berwarna merah marun, robot-robot humanoid unjuk kemampuan memainkan alat musik. Satu robot duduk di belakang keyboard, serta dua robot lainnya memainkan tanggu atau gendang tradisional China. Para robot itu menyanyikan lagu dalam bahasa mandarin.
Sementara di sudut lainnya sebuah robot yang mengenakan sarung tinju dan pelindung kepala berhadapan dengan salah seorang pengunjung dan memperagakan cara bertinju.
Aksi para robot humanoid itu menarik perhatian para pengunjung yang menghadiri ajang pameran teknologi InnoEX 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Center, Hong Kong, Senin (13/4/2026).
Lebih dari 100 robot dipamerkan di Hong Kong Convention and Exhibition Center yang akan berlangsung hingga 16 April 2026.
Selain menyanyi, robot-robot humanoid itu juga bisa berbicara dengan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Pertanyaan apa pun yang diajukan pengunjung tak menjadi soal.
Salah satunya, saat diminta mendeskripsikan orang-orang yang berada di depannya seperti, seorang wanita sedang memegang tas dan telepon, serta seorang pria yang sedang memegang kamera. Para robot itu mampu menjawabnya dan membuat para pengunjung terhibur.
Sebuah robot mini dipamerkan dalam ajang InnoEX 2026 di Hong Kong. AO/CHAN LONG HEI
Robot humanoid memainkan alat musik dalam ajang InnoEX 2026 di Hong Kong. AFP/PETER PARKS
Pengunjung memotret robot humanoid yang sedang beraksi dalam ajang InnoEX 2026 di Hong Kong. AP/CHAN LONG HEI
Beberapa peserta pameran lainnya yang berasal dari China juga memamerkan kemajuan produk mereka seperti kemampuan berbicara dengan manusia, meninju, serta melukis pasir hingga melakukan salto dan menangkap tersangka dengan jaring saat demonstrasi patroli keamanan.
Salah satu robot humanoid yang tampil adalah Robot X2 Ultra dari produsen robot humanoid terkemuka asal China, AGIBOT Innovation (Shanghai) Technology Co.
Menurut Calvin Chiu, kepala operasional Novautek Autonomous Driving, agen AGIBOT di Hong Kong, kehadiran robot humanoid dapat memberikan kepuasan emosional kepada manusia melalui percakapan dan dapat berfungsi sebagai guru bagi orang dewasa dan anak-anak.
Robot yang berbeda juga dapat diprogram dengan kepribadian yang berbeda. “Ini akan menjadi seperti seorang teman,” kata Chiu.
Dalam beberapa tahun terakhir, China terus mengembangkan produk-produk teknologinya termasuk robot humanoid dan aplikasi lainnya.
Data resmi menunjukkan bahwa China memiliki lebih dari 140 produsen robot humanoid dan lebih dari 330 model pada tahun 2025.
Kelompok riset dan konsultasi teknologi yang berbasis di London, Omdia, baru-baru ini menempatkan tiga produsen robot humanoid China yaitu - AGIBOT, Unitree Robotics, dan UBTech Robotics Corp. - sebagai satu-satunya vendor tingkat pertama dalam penilaian globalnya berdasarkan jumlah pengiriman.
Ketiganya telah mengirimkan lebih dari 1.000 unit robot cerdas serbaguna tahun lalu. Dua perusahaan teratas yaitu AGIBOT dan Unitree Robotics bahkan telah mengirimkan lebih dari 5.000 unit.
Robert Chan, kepala strategi global di EngineAI, yang berbasis di Shenzhen, China, membawa robot PM01 untuk memamerkan kemampuan mobilitasnya, termasuk melakukan salto depan.
Perusahaannya berencana meluncurkan dua pabrik di China untuk memulai produksi massal pada tahun ini.
Menurut Chan, China memiliki keunggulan di beberapa bidang, seperti rekayasa berbiaya rendah. Ia juga melihat adanya pola berbagi pengetahuan antar perusahaan, tidak seperti di Amerika Serikat dan Eropa, di mana perusahaan biasanya melindungi teknologi mereka sendiri.
Chan meramalkan pada tahap selanjutnya teknologi robotika akan bergerak menuju robot yang memiliki tubuh menyerupai manusia. Robot humanoid akan lebih banyak memiliki pertukaran emosional dan ekspresi wajah, atau bahkan tampak seperti dapat bernapas.
Robot dengan fitur perempuan dan wajah sintetis juga dijumpai dalam pameran tersebut. Salah satunya diproduksi oleh Shenzhen DX Intech Technology Co.
Wang Zuhua, Direktur Bisnis Shenzhen DX Intech Technology Co., mengatakan bahwa perusahaannya telah menjual lebih dari 400 robot yang dirancang dengan fitur perempuan dan wajah sintetis yang lembut.
Beberapa di antaranya bahkan sudah dioperasikan untuk bekerja di museum dan kantor pemerintahan di China. Para robot humanoid itu dapat membantu saat memandu tamu menuju ke toilet, ruangan di kantor atau memberikan tur museum.
Tiga robot humanoid pemandu museum itu juga turut dipamerkan di Hong Kong Convention and Exhibition Center. Salah seorang pengunjung asal Malaysia, Russel Lupang, kagum dengan penampilan dan gerakan mereka. Namun menurut Rusel, robot itu cantik, tapi tidak terasa nyata.
Pada bulan Februari lalu, aksi robot humanoid menjadi salah satu sorotan utama dalam gala Festival Musim Semi CCTV di China, sebuah acara televisi untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Pertunjukan seni bela diri yang menampilkan kolaborasi anak-anak dan robot humanoid mencuri perhatian.
Pada bulan ini, ajang yang menampilkan aksi robot humanoid juga akan kembali digelar di Beijing, China, yaitu robot humanoid half-marathon pada 19 April mendatang. Lebih dari 70 tim telah mengikuti uji coba lintasan untuk marathon pada akhir pekan lalu. (AP)





