Paprika Organik Bali Tembus Pasar Premium

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, TABANAN – Pertanian organik di Bali terus berkembang menghasilkan berbagai komoditas yang berkualitas. 

Salah satu komoditas organik yang berkembang di Bali yakni paprika. Made Sandi, salah satu petani paprika di Tabanan menjelaskan membangun budidaya paprika berbasis greenhouse di lahan seluas sekitar 2,5 are. Dengan total sekitar 860 pot atau setara 1.600 tanaman, Ia kini mampu memproduksi paprika secara konsisten dengan sistem panen harian.

Dalam satu kali panen, produksi mencapai 20 kg hingga 40 kg, bahkan bisa menyentuh 100 kg jika dilakukan panen menyeluruh sesuai permintaan pasar. Masa produksi berlangsung hingga delapan bulan dalam satu periode tanam.

Untuk menjaga kualitas dan efisiensi, Sandi juga menerapkan teknologi smart farming, mulai dari pengaturan nutrisi hingga sistem penyiraman otomatis. Hasilnya, paprika yang dihasilkan masuk kategori premium dengan harga jual tinggi, yakni paprika merah hingga Rp150.000 per kilogram, hijau Rp125.000, dan kuning sempat menembus Rp200.000 per kilogram.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan pasar terhadap produk organik, terutama dari sektor perhotelan yang membutuhkan pasokan berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam membangun usahanya, Sandi awalnya terkendala biaya, akan tetapi dia berusaha untuk efisien dengan mengembangkan bibit sendiri. "Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit yang harganya cukup mahal. Tapi kami coba cari cara supaya bisa efisien, yaitu dengan mengembangkan bibit sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya dalam pengembangan, Sandi mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani di BRI. Dengan pendanaan tersebut, Sandi berhasil berkembang. 

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan pihaknya aktif mendorong pelaku usaha pertanian untuk naik kelas melalui dukungan permodalan yang terjangkau.

“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” jelas Sandi, Selasa (14/4/2026)

Dia menjelaskan, melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan kemudahan akses modal bagi petani, sekaligus melakukan pendampingan dan peningkatan literasi keuangan.

“Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing,” imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jabar Dorong Perubahan Tata Ruang Atasi Banjir di Kabupaten Bandung
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Sudah Pertengahan April, Persetujuan RKAB Tambang 2026 Tuntas 90%
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KRL Bogor-Jakarta Alami Penyesuaian Jadwal, Ini 31 Daftarnya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Sebut Perundingan AS-Iran Bisa Berlanjut dalam Dua Hari ke Depan
• 14 jam lalumatamata.com
thumb
Lima Pembegal Petugas Damkar Ditangkap saat Pesta Narkoba, Empat Pelaku Diburu
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.