Saham AADI Melonjak usai Kabar Divestasi Jumbo Kestrel Coal

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Saham batu bara milik konsorsium Garibaldi 'Boy' Thohir PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat pada Rabu (15/4/2026).

Saham AADI Melonjak usai Kabar Divestasi Jumbo Kestrel Coal. (Foto: Adaro Andalan)

IDXChannel – Saham batu bara milik konsorsium Garibaldi 'Boy' Thohir PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat pada Rabu (15/4/2026) menyusul sentimen positif dari rencana divestasi jumbo aset batu bara Kestrel.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, hingga pukul 09.51 WIB, saham AADI melonjak 6,07 persen ke level Rp10.900 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp224,19 miliar.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.750, Seluruh Sektor Menghijau

Dengan ini, saham AADI terkerek 7,11 persen dalam sepekan terakhir.

Sejumlah analis juga memperbarui target harga saham ini. BNI Sekuritas misalnya, menetapkan target Rp16.300 per saham pada 29 Maret 2026. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok Rp12.400, UOB Kay Hian di Rp13.000, dan Trimegah Sekuritas sebesar Rp15.100 per saham.

Baca Juga:
Bursa Asia Sentuh Level Tertinggi 6 Pekan, Harapan Damai AS-Iran Menguat

Saham Boy Thohir lainnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga naik 2,45 persen ke Rp2.510 per unit dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 1,04 persen ke Rp1.930 per unit.

Sebelumnya, AADI mengumumkan rencana penjualan seluruh kepemilikan anak usahanya di Kestrel Coal Group Pty Ltd melalui penandatanganan perjanjian jual beli (SPA) dengan pembeli pihak ketiga.

Baca Juga:
AADI Divestasi Seluruh Saham Kestrel Coal, Potensi Transaksi Tembus Rp41 Triliun

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/4/2026), transaksi dilakukan oleh Adaro Capital Limited (ACL), entitas anak yang dikendalikan perseroan. ACL akan melepas 720,38 juta saham atau setara 47,99 persen kepemilikan di Kestrel, termasuk waran yang dimiliki.

Nilai transaksi terdiri dari pembayaran tunai awal sebesar USD1,85 miliar yang dibayarkan saat penyelesaian. Selain itu, terdapat potensi tambahan pembayaran bersyarat hingga USD550 juta dalam lima tahun, tergantung pada harga batu bara kokas premium global.

Dengan demikian, total nilai transaksi berpotensi mencapai USD2,4 miliar atau setara Rp Rp40,8 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per USD), meski realisasinya bergantung pada pergerakan harga indeks batu bara acuan.

Manajemen menyebut langkah ini merupakan bagian dari strategi bisnis dan investasi perseroan.

Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Presiden Prabowo Tiba di RI usai Bertemu Putin-Macron, Disambut Wapres Gibran
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Wuling Binguo Baru Sudah Bisa Dipesan, Harga Rp100 Jutaan Punya Jarak Tempuh 403 Km
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Beri Kejutan Ulang Tahun Seskab Teddy di Paris
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Iran Dituduh Pakai Satelit Mata-mata China untuk Menarget Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri Imipas Buka World Congress Probation and Parole 2026, Dorong Transformasi Keadilan Restoratif Global
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.