VIVA – Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Selasa, bahwa mereka berhasil menghentikan enam kapal yang hendak berlayar keluar dari pelabuhan Iran selama 24 jam pertama blokade laut terhadap negara tersebut.
Komando Pusat (CENTCOM) -- yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di Timur Tengah -- mengatakan lebih dari 10.000 tentara AS, lebih dari selusin kapal perang, dan puluhan pesawat ikut serta dalam misi tersebut.
"Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik dan kembali memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman," kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di X dilansir Asharq Al-Awsat, Rabu.
"Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," tambahnya.
Namun terlepas dari pernyataan CENTCOM bahwa tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade, informasi pelacakan dari penyedia data maritim Kpler menunjukkan setidaknya dua kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran melintasi Selat Hormuz pada hari Senin.
Sebelumnya dilaporkan, sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS mencegat dua kapal tanker minyak yang mencoba meninggalkan Iran pada hari Selasa, dan memerintahkan mereka untuk berbalik, lapor Reuters, mengutip dua pejabat AS.
Para pejabat mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Chabahar di Teluk Oman dan dihubungi oleh kapal perang melalui komunikasi radio.
Para pejabat mengatakan bahwa kapal tanker tersebut termasuk di antara enam kapal dagang yang menurut Komando Pusat AS telah diinstruksikan untuk kembali ke pelabuhan Iran setelah memasuki Teluk Oman.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper mengatakan militer AS telah sepenuhnya melakukan blokade jalur maritim perdagangan laut dari dan ke Iran dalam waktu kurang dari 36 jam. Menurut CENTCOM, 90 persen ekonomi Iran bergantung pada perdagangan maritim.
"Blokade pelabuhan Iran telah sepenuhnya diterapkan karena pasukan AS mempertahankan superioritas maritim di Timur Tengah. Diperkirakan 90% ekonomi Iran didorong oleh perdagangan internasional melalui laut. Dalam waktu kurang dari 36 jam, sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut," kata Cooper





