Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di Amerika Serikat guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat global.
Menurutnya, negara dengan ekosistem ekonomi kreatif maju umumnya memiliki akar budaya yang kuat, seperti Amerika Serikat dengan industri film Hollywood yang menjadi lokomotif berbagai subsektor kreatif lainnya.
Hal itu disampaikan Riefky dalam pertemuan daring bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBPP) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Selasa, 14 April 2026.
"Budaya nusantara harus kita lindungi dengan heritage dan turunannya, lalu disentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas agar ekonomi kreatif kita berkembang," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 15 April 2026.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem di dalam negeri, pemerintah juga terus mengembangkan kawasan ekonomi kreatif terintegrasi.
Beberapa di antaranya adalah KEK Singhasari di Malang, Nongsa Digital Park di Batam, serta kawasan Kura Kura Bali yang diproyeksikan menjadi hub kolaborasi global bagi talenta kreatif nasional.
Selain itu, kawasan lain seperti D-HUB SEZ Sinarmas dan kawasan MNC Lido di Sukabumi juga turut dikembangkan untuk menarik investasi, termasuk dari Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut, Riefky juga menyoroti pentingnya kolaborasi global melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy 2026 (WCCE) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Sementara itu, Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut positif langkah Kementerian Ekraf dalam memperluas jejaring internasional. Ia menegaskan Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat siap mendukung penjajakan mitra strategis guna memperkuat kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Ia juga mendorong agar produk-produk ekonomi kreatif yang siap ekspor dapat dipasarkan lebih luas ke Amerika Serikat, mulai dari aplikasi digital, kriya, kerajinan, hingga kuliner.
"Ekonomi kreatif ini memiliki potensi besar dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional," kata Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Melalui kerja sama ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus membuka peluang kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing di panggung global.
Editor: Redaktur TVRINews





