jpnn.com - JAKARTA - Gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/4) pagi. Adan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.
BACA JUGA: Pemerintah Bentuk Tim Hitung Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Sulut dan Malut
"Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Rabu (15/4).
Gempa M 5,0 itu terjadi pukul 09.10 WIB dengan episenter berada di laut pada kedalaman 485 kilometer.
BACA JUGA: Gempa 7,4 SR Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
Dari koordinat 7,18 lintang selatan dan 117,10 bujur timur atau sekitar 137 kilometer timur laut wilayah NTB.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, lindu tersebut tergolong gempa dalam (deep focus) yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
BACA JUGA: Tiba di Manado, Wapres Gibran Akan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa M 7,6
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan hingga di wilayah Kabupaten Badung, Bali, dengan skala intensitas II MMI atau dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 09.30 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian tersebut. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




