Israel-Lebanon Sepakat Negosiasi Langsung usai Dimediasi AS

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Israel dan Lebanon sepakat melanjutkan ke tahap negosiasi langsung usai pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Washington pada Selasa (15/4).

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam ini disebut sebagai langkah awal menuju dialog resmi di tengah konflik yang masih berlangsung, ketika Iran dan AS sepakat melangsungkan gencatan senjata dua pekan.

Diskusi Dimediasi AS

Dikutip dari AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott menyebut dialog yang dimediasi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio itu menghasilkan kemajuan penting dalam hubungan kedua negara.

"Para peserta melakukan diskusi yang produktif mengenai langkah-langkah untuk memulai negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon," ujarnya.

"Semua pihak sepakat untuk memulai negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati bersama," lanjutnya, meski tak merinci kapan dan di mana perundingan nanti akan dilangsungkan.

Lebanon Dorong Gencatan Senjata

Dari pihak Lebanon, Duta Besar Nada Hamadeh Moawad menekankan bahwa prioritas negaranya adalah penghentian konflik. Ia menyerukan langkah konkret untuk meredakan situasi di lapangan.

"Saya menyerukan gencatan senjata serta kembalinya para pengungsi ke rumah mereka," katanya.

Selain itu, Moawad menegaskan pentingnya kendali penuh negara atas wilayahnya.

“Kedaulatan penuh negara harus ditegakkan di seluruh wilayah Lebanon,” ungkapnya.

Israel Klaim di Pihak yang Sama

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter menilai pertemuan berjalan positif dan membuka kesamaan posisi antara kedua negara, khususnya terkait Hizbullah.

Ia juga mengklaim adanya kesamaan kepentingan antara Israel dan Lebanon. Menurutnya, kedua negara memiliki tujuan serupa terkait pengaruh Iran melalui milisi bersenjata Hizbullah di Lebanon.

"Kami menyadari hari ini bahwa kami berada di pihak yang sama. Kami bersatu untuk membebaskan Lebanon dari kekuatan pendudukan yang didominasi Iran yang disebut Hizbullah," ungkapnya.

Konflik ini bermula pada 2 Maret setelah kelompok Hizbullah menyerang Israel, yang kemudian dibalas dengan serangan besar-besaran. Sejak itu, lebih dari 2.000 orang tewas dan lebih dari satu juta warga mengungsi di Lebanon, sementara prospek kesepakatan damai dinilai masih rendah di tengah perbedaan tajam kedua pihak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia U-17 Akan Hadapi Malaysia yang Loyo di Laga Kedua Grup A Piala AFF U-17 2026: Tetap Waspada
• 17 jam lalubola.com
thumb
Kandas di PN Solo, Gugatan CLS Terkait Ijazah Jokowi Ditolak Majelis Hakim
• 23 jam laluokezone.com
thumb
200 Ribu Buruh Bakal Padati Monas saat May Day, Prabowo Akan Hadir
• 15 jam laludetik.com
thumb
PKH Sudah Cair, Ini Cara Bijak Menggunakan Uangnya agar Tidak Habis Sia-sia
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Jabodetabek 16-17 April 2026: Hujan Lebat Berpotensi Turun
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.