JAKARTA, DISWAY.ID - Awal mula terjadinya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan mahasiswa FH UI dimulai dari grup percakapan yang digunakan oleh penghuni kos.
Grup tersebut semula digunakan untuk mempermudah informasi antar penghuni kos sejak 2024 sebagai mahasiswa FH UI.
Namun, seiring waktu isi percakapan mahasiswa FH UI di dalam grup tersebut berkembang mengarah seksual dan merendahkan perempuan.
"Awalnya setahu saya itu grup kos-kosan. Tapi ke sananya nggak tahu juga gimana berkembang jadi seperti itu (kekerasan seksual)," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia, Depok pada Selasa, 14 April 2026.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk menjelaskan grup tersebut tidak hanya berisi penghuni kos, tetapi juga melibatkan pihak lain di luar lingkungan tempat tinggal itu.
BACA JUGA:Sahroni Miris dengan Kasus Kekerasan Seksual FH UI, Dinilai Ancam Masa Depan Hukum
Diketahui grup tersebut sudah ada sejak tahun 2024.
"Kita sudah memeriksa semua percakapan yang ada di dalam grup itu atau yang tersebar di media sosial aja. Kami udah melakukan pemeriksaan juga. Jadi, itu kan grup chat dari tahun 2024 ya," katanya
Percakapan Grup Mahasiswa FH UI DibocorkanTimotius menyebut percakapan grup yang berisi kekerasan seksual dibocorkan oleh salah satu anggota yang juga merupakan pelaku kepada korban.
"Awalnya memang ada salah satu anggota grup karena satu lain hal akhirnya membocorkan informasi itu kepada para korban," kata Timotius.
BACA JUGA:Tokoh Jebolan FH UI Jadi Teladan dari Yakup Hasibuan hingga Najwa Shihab, Kampus Tercoreng Dugaan Pelecehan
Pelaku terpaksa membocorkan isi percakapan dan menyadari kesalahannya.
Percakapan Grup Mahasiswa FH UI terungkap 2025Timotius memaparkan bahwa percakapan grup yang berisi seksual itu mulai terungkap pada 2025.
Namun, saat itu para korban belum berani melaporkan atau membawa kasus tersebut ke ranah publik.
Hingga akhirnya para korban mulai mencari pendampingan hukum hingga akhirnya kasus ini mencuat ke publik pada 2026.
- 1
- 2
- »





