Dana Darurat vs Investasi Mana yang Harus Didahulukan saat Krisis? Ini Jawaban Ahli

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, banyak orang mulai mempertanyakan kembali strategi keuangan mereka. Krisis, baik akibat resesi, gejolak pasar, maupun kondisi global, sering kali membuat pemasukan tidak stabil dan risiko finansial meningkat. 

Di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan penting yang kerap membingungkan, yakni lebih baik fokus ke dana darurat atau tetap berinvestasi.

Baca Juga :
Pasar Gonjang-ganjing, Ini 8 Cara Investasi saat Krisis Biar Tetap Cuan
7 Investasi Aman saat Krisis Global, Ini Pilihan yang Bikin Aset Anda 'Selamat'

Sebagian orang tergoda untuk tetap berinvestasi demi mengejar peluang keuntungan saat harga aset turun. Namun di sisi lain, ada juga yang memilih mengamankan kondisi keuangan dengan memperbesar dana darurat. 

Lalu, sebenarnya mana yang seharusnya didahulukan saat krisis? Berdasarkan berbagai pandangan ahli keuangan, jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu, tetapi ada prioritas yang perlu Anda pahami. 

Dana darurat vs investasi saat krisis, mana yang jadi prioritas? 

Berikut penjelasannya sebagaimana dirangkum dari BudgetHub, Rabu, 15 April 2026.

1. Dana darurat adalah fondasi utama keuangan

Saat krisis, risiko kehilangan penghasilan atau munculnya kebutuhan mendadak meningkat. Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan pertama agar Anda tidak perlu berutang atau menjual aset saat kondisi pasar sedang turun. Tanpa dana ini, stabilitas keuangan Anda bisa terganggu dalam waktu singkat.

2. Likuiditas lebih penting dibanding potensi keuntungan

Investasi memang menawarkan imbal hasil, tetapi tidak selalu mudah dicairkan dengan cepat tanpa risiko kerugian. Dana darurat justru harus disimpan dalam instrumen yang mudah diakses, seperti tabungan atau deposito, sehingga bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan.

3. Menghindari kerugian akibat panic selling

Saat krisis, pasar cenderung volatil. Jika Anda tidak memiliki cadangan dana, Anda mungkin terpaksa menjual investasi saat harga sedang turun. Ini justru bisa menyebabkan kerugian yang sebenarnya bisa dihindari jika Anda memiliki dana darurat yang cukup.

4. Standar ideal dana darurat menurut ahli

Banyak perencana keuangan internasional menyarankan dana darurat sebesar 3 hingga 6 bulan biaya hidup. Jumlah ini dinilai cukup untuk menjaga kestabilan finansial dalam kondisi darurat tanpa harus mengganggu investasi Anda.

5. Investasi tetap penting, tapi bukan prioritas awal

Meski dana darurat menjadi prioritas, bukan berarti Anda harus menghentikan investasi sepenuhnya. Setelah dana darurat mulai terbentuk, Anda bisa tetap berinvestasi secara bertahap. Strategi ini memungkinkan Anda tetap mendapatkan peluang pertumbuhan aset tanpa mengorbankan keamanan finansial.

Baca Juga :
Tarik Minat Investor AS, Purbaya Beberkan Kekuatan Ekonomi dan Strategi Fiskal RI
Langkah Antisipatif Pemerintah Redam Dampak Krisis Energi Global Perkuat Fondasi Nasional
10 Tips Mengatur Keuangan saat Krisis Mengintai, Minim Risiko dan Lebih Siap Hadapi Kondisi Darurat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolres Nias Selatan Memimpin Langsung Sertijab Kasat Binmas Dan Kabag SDM Polres Nias Selatan
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Dedi Mulyadi Ungkap 4 Fokus Pembangunan Jabar: Pendidikan hingga Industri
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Seskab Teddy di Paris
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Sesi Latihan Arsenal Jelang Leg Kedua Perempat Final Liga Champions
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ekonomi Kelas Menengah Terjepit Harga Rumah hingga Biaya Pendidikan Anak
• 7 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.