Konflik Iran vs AS-Israel Dinilai Percepat Perubahan Tatanan Dunia Global

pantau.com
2 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Konflik antara Iran dengan poros Amerika Serikat dan Israel dinilai bukan sekadar eskalasi regional, melainkan menjadi pemicu percepatan perubahan tatanan dunia menuju sistem global yang lebih multipolar.

Pengamat geopolitik Ngasiman Djoyonegoro menyebut ketegangan tersebut mencerminkan retaknya sistem internasional pasca-Perang Dingin yang selama ini didominasi kekuatan tertentu.

Ia menjelaskan bahwa konflik ini memperlihatkan pola klasik transformasi global, mulai dari meningkatnya konfrontasi langsung, gangguan stabilitas ekonomi, hingga munculnya konfigurasi kekuatan baru.

Konflik Jadi Akselerator Perubahan Global

Ngasiman menilai konflik Iran dengan AS-Israel bukan penyebab utama perubahan tatanan dunia, melainkan akselerator dari pergeseran kekuatan yang telah berlangsung lama.

Ia menegaskan dunia tidak sedang menuju perang dunia konvensional, melainkan fase transisi menuju sistem yang lebih terfragmentasi dan sarat kontestasi.

Menurutnya, konflik modern tidak lagi didorong oleh ideologi tunggal, tetapi oleh berbagai kepentingan, identitas, dan persepsi ancaman yang saling berkelindan.

Strategi “Decapitation” Picu Kekhawatiran Global

Dalam konflik ini, muncul pola baru berupa strategi decapitation atau penargetan langsung terhadap elite politik dan militer suatu negara.

Strategi tersebut dinilai berbahaya karena menghilangkan batas aman bagi pemimpin negara, bahkan dalam situasi negosiasi.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengingatkan bahwa “normalisasi penargetan pemimpin negara akan menghancurkan fondasi kepercayaan dalam diplomasi internasional.”

Sementara Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menilai praktik tersebut menciptakan preseden berbahaya yang dapat memperluas konflik global.

Fenomena ini juga mendorong sejumlah negara seperti Rusia, China, dan negara-negara Timur Tengah memperketat pengamanan elite serta meningkatkan kesiapsiagaan militer.

Konflik tersebut dinilai menjadi titik tekan yang mempercepat melemahnya dominasi lama sekaligus membuka jalan bagi tatanan dunia baru yang lebih kompleks dan tidak stabil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reno Fahreza Rayakan Usia 38, Ungkap Rencana Besar Bareng Loh Kok Tum Band
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Alibaba Luncurkan Trade Assurance, UMKM RI Didorong Go Global
• 19 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Video: Room Art Fair 2026, Kamar Hotel Disulap Jadi Galeri Seni
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rusia Siap Bangun Storage BBM di Indonesia, Ini Penjelasan Bahlil
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Euforia Kunjungan Paus, Jalanan Kamerun Dipenuhi Warga
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.