Ada Proyek MRT, Jalan MH Thamrin Direkayasa Hingga 30 Mei

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta

Lajur jalan diubah menjadi tiga lajur campuran (mixed traffic) selama pengerjaan pintu masuk baru Stasiun Bundaran HI

PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai 10 April hingga 30 Mei 2026. Penyesuaian ini dilakukan sehubungan dengan dimulainya pengerjaan revitalisasi Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.

Proyek ini meliputi pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) serta penambahan pintu masuk (entrance) baru untuk meningkatkan konektivitas penumpang.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa selama masa pengerjaan, area trotoar, satu lajur sepeda, dan sebagian lajur badan jalan akan terokupansi oleh pagar kerja.

“Kondisi lalu lintas yang semula terdiri dari satu lajur sepeda, tiga lajur reguler, dan satu lajur Transjakarta akan berubah menjadi tiga lajur mixed traffic (lalu lintas campuran),” ujar Rendy dalam keterangannya, dikutip Rabu, 15 April 2026.

Pembangunan Tiga Pintu Masuk Baru

Revitalisasi ini merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah stasiun serta membuka potensi interkoneksi dengan area komersial di sekitarnya. Rendy menyebutkan, akan ada tiga pintu masuk baru yang dibangun untuk memudahkan akses pejalan kaki.

“Dua entrance di sisi barat stasiun dan satu entrance di sisi timur stasiun. Dua di antaranya dilengkapi tangga dan eskalator, sementara satu lainnya menggunakan elevator (lift) yang terhubung langsung ke area pejalan kaki di sisi kiri dan kanan Jalan MH Thamrin,” jelasnya.

Selain itu, akses lift di Halte Transjakarta Bundaran HI juga akan terintegrasi dengan area ini. Proyek ini juga mencakup pembangunan suar penyejuk dan menara ventilasi (cooling and ventilation tower), dengan target penyelesaian secara keseluruhan pada pertengahan tahun 2027.

Persiapan Operasional Fase 2A

Langkah pengembangan ini diambil guna mewujudkan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) yang mengusung prinsip interkoneksi antar-bangunan.

Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sendiri merupakan salah satu titik tersibuk pada Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI), dengan rata-rata jumlah pelanggan mencapai 450 ribu hingga 500 ribu orang per bulan.

Angka tersebut diprediksi akan melonjak signifikan saat MRT Fase 2A segmen 1 (Bundaran HI-Monas) mulai beroperasi. Pembangunan ruang multifungsi dan pintu masuk tambahan ini juga disiapkan sebagai langkah awal menyambut operasional penuh Fase 2A hingga Stasiun Kota yang ditargetkan rampung pada 2029.

PT MRT Jakarta mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adria Arjona Resmi Gabung DC Universe, Perankan Maxima di "Superman: Man of Tomorrow"
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Ingin MBG Fokus untuk Anak Kurang Gizi, Pengamat: Jadi Tepat Saran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Lihat, Presiden Prabowo Pulang dari Eropa Langsung Disambut Wapres Gibran
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Ungkap Pengoplosan LPG Subsidi di Lebak, Tiga Tersangka Ditangkap
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Laos Menang Dramatis 4-3 atas Filipina dalam Laga Sengit Piala AFF U-17 2026
• 41 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.