TEHERAN, KOMPAS.TV - Pemerintah Iran menuntut ganti rugi atas agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayahnya sejak 28 Februari 2026 lalu. Kerugian akibat perang di Iran ditaksir mencapai ribuan triliun rupiah.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menyatakan, berdasarkan penghitungan awal, kerugian materiil akibat serangan AS-Israel mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.627 triliun.
"Salah satu isu yang dikejar oleh tim negosiatior kami dan juga dibahas di perundingan Islamabad adalah ganti rugi perang," kata Mohajerani kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, dalam laporan yang diterbitkan Selasa (14/4/2026), dikutip dari PressTV.
Nilai kerugian tersebut ditaksir dari puluhan ribu infrastruktur sipil, rumah penduduk, fasilitas energi, hingga rumah sakit yang hancur atau mengalami kerusakan selama perang.
Baca Juga: Dino Patti Djalal Ingatkan Hati-Hati Jalin Kerja Sama dengan AS: Jangan Ambil Kebijakan Appeasement
Sebelumnya, Presiden Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) Pir-Hossein Koulivand menayatakan terdapat 125.000 infrastruktur sipil yang rusak parah atau hancur akibat serangan AS-Israel.
Menurut pendataan IRCS, sekitar 100.000 struktur yang rusak adalah rumah penduduk. Sedangkan 23.500 lainnya adalah infrastruktur komersial.
Kementerian Kesehatan Iran menyatakan serangan AS-Israel telah membunuh setidaknya 3.753 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Perang AS-Israel di Iran terancam kembali terjadi usai perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu menemui jalan buntu.
Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump mengeklaim perang akan segera selesai. Pasalnya, Trump menyatakan pihaknya dan Iran masih memiliki keinginan untuk berunding.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Press TV
- perang iran
- ganti rugi perang
- kerugian perang iran
- iran
- kerusakan akibat perang iran
- Israel





